Waspada 5 Tanda Perut Buncit Mulai Mengancam Jantung Anda
- 09 Apr 2026 09:12 WIB
- Kediri
RRI.CO,ID, Kediri: Anggapan bahwa perut buncit adalah simbol kemakmuran atau kebahagiaan kini harus segera diubah dari sudut pandang medis. dr. Erta P.W, SpJP, FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah, melalui edukasi di media sosialnya mengingatkan bahwa perut buncit menandakan ‘gudang lemak’ yang sudah kepenuhan dan mulai tumpah ke organ-organ vital. Lemak visceral ini disebut sebagai pabrik racun yang sangat berbahaya bagi kesehatan jantung.
“Tanda bahaya pertama yang harus diwaspadai adalah lingkar perut yang melebihi 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan. Jika angka tersebut terlampaui, lemak tidak lagi hanya berada di bawah kulit, tetapi sudah mulai menembus organ seperti jantung, hati, dan ginjal,” ucapnya.
dr. Erta menambahkan, tanda kedua adalah munculnya rasa begah serta sesak napas saat membungkuk, karena timbunan lemak mendorong diafragma ke atas sehingga paru-paru tidak dapat mengembang maksimal. Akibatnya, jantung terhimpit dan tubuh menjadi cepat lelah meski hanya berjalan sebentar.
Lebih lanjut, munculnya guratan hitam di leher atau ketiak yang menetap merupakan tanda ketiga yang menunjukkan adanya resistensi insulin. Kondisi ini mengacaukan metabolisme gula dan menjadi jalur cepat menuju diabetes tipe dua serta penyumbatan pembuluh darah.
“Tanda keempat adalah naiknya tekanan darah secara perlahan akibat zat peradangan dari lemak perut yang membuat pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit, sehingga jantung dipaksa memompa lebih kuat,” katanya dalam postinganya di media sosial (@dr.Erta).
Selain itu, tanda kelima yang sangat berisiko adalah kebiasaan mendengkur keras atau sleep apnea, di mana napas sempat berhenti saat tidur. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen drop drastis dan memaksa jantung bekerja ekstra keras di saat seharusnya tubuh beristirahat. "Perut buncit itu ibarat bom waktu yang sumbunya makin pendek setiap kali kita menambah porsi makan tanpa olahraga," ungkap dr. Erta.
Ia menekankan bahwa lemak tersebut aktif memproduksi zat yang memicu peradangan pada pembuluh darah. Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengecilkan ‘gudang lemak’ tersebut guna meringankan beban kerja jantung. Langkah sederhana yang disarankan adalah mulai mengurangi konsumsi gorengan dan membiasakan diri untuk berjalan pagi setiap hari.
Mengingat tubuh adalah satu-satunya rumah kita, menjaga pondasinya tetap kokoh dengan mengurangi tekanan lemak di perut menjadi investasi kesehatan yang paling berharga untuk masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....