Stok Darah di PMI Kediri Tersedia 300 Kantong

  • 04 Apr 2026 08:45 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Stok (ketersediaan) darah di Markas PMI Kabupaten Kediri saat ini dengan jumlah sebanyak 300 kantong darah. Hal itu berdasarkan dari rilis data dari Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kediri, Sabtu, 4 April 2026.

Sesuai data stok darah di PMI Kabupaten Kediri untuk golongan A sebanyak 60 kantong, kemudian untuk darah golongan B tersedia sebanyak 106 kantong. Sedangkan golongan darah O terdapat 95 kantong dan golongan darah AB tersedia sebanyak 39 kantong.

Staf Unit Donor Darah PMI Kabupaten Kediri, Yongki Frida Efendi, mengatakan teknis manajemen pengelolaan stok darah, PMI Kabupaten Kediri menerapkan First In, First Out ( FIFO). Yaitu kantong darah yang pertama kali masuk dalam penyimpanan (bank darah) sesuai tanggal, akan menjadi kantong darah yang pertama kali di sistribusikan kepada pasien.

“Dalam manajeman pengelolaan stok darah, kantong darah yang sudah dikeluarkan dari lemari penyimpanan, harus digunakan dalam waktu 4 jam. Dan bila sudah dikeluarkan melebihi 30 menit, maka tidak boleh dikembalikan lagi ke lemari penyimpanan,” ujarnya.

Donor darah dapat menjadi kerawan bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti memiliki anemia, penyakit jantung, infeksi akut, tekanan darah tidak stabil dan berat badan kurang dari 45 kg. “Sehingga sebelum pengambilan darah kita periksa kondisi kesehatan tubuh pendonor, untuk mencegah efek samping seperti pusing, pingsan, memar, anemia defisiensi besi, atau penularan penyakit ke penerima,” katanya.

Kelompok masyarakat yang rawan atau tidak diperbolehkan berdonor yaitu seperti memiliki kondisi anemia atau Hb rendah, kurang dari 12 gr/dl untuk wanita dan 12,5 gr/dl untuk pria. “Pendonor dengan penyakit jantung dan paru-paru berat berisiko tinggi, juga pemilik Penyakit Menular Seperti Hepatitis (B/C), HIV/AIDS, sifilis, dan gonore,” ujar Yongki.

Diabetes Tidak Terkontrol: Memaksakan donor bisa memicu efek samping.Kelainan Darah & Kanker: Hemofilia, penyakit sel sabit, talasemia, serta kanker darah (leukemia, limfoma).Sakit Akut: Sedang flu, demam, infeksi tenggorokan, atau mengonsumsi antibiotik. Baru Saja Menindik/Tato: Harus menunggu jangka waktu tertentu (biasanya 6-12 bulan) karena risiko infeksi.

Ia menambahkan darah pendonor juga dilakukan sortir berdasarkan waktu pengambilan dan golongan darah, untuk menerapkan sistem First In, First Out. Saat transportasi atau pengiriman darah , harus menggunakan wadah pendingin khusus dengan suhu 2-10°C untuk menjaga kualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....