Antisipasi Kasus, Dinkes Kediri Gelar Kejar Imunisasi Campak

  • 31 Mar 2026 05:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melalui Puskesmas melaksanakan kegiatan Kejar Imunisasi Campak (Catch Up Capaign) 2026. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi munculnya kasus penyakit campak di masyarakat.

Salah satunya di Puskesmas Badas, Kabupaten Kediri, mulai tanggal 27-31 Maret 2026 telah menjadwalkan pelaksanaan kejar imunisasi campak di beberapa desa. Dengan sasaran balita usia 9-18 bulan yang telah waktunya imunisasi campak, dan balita usia 5-59 bulan yang belum lengkap imunisasi campak.

Dokter Umum Puskesmas Badas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Fari Tedy Rahardian, Senin, 30 Maret 2026 menjelaskan pelaksanaan imunisasi campak bagi balita sebanyak dua kali. Namun yang terjadi di masyarakat terdapat balita usia sembilan bulan yang belum mengikuti imunisasi campak lanjutan.

“Pelaksanaan CUC ini tujuannya untuk menjaring balita yang belum mendapatkan imunisasi campak lanjutan atau MR (Measles and Rubella). Biasanya umur sembilan bulan sudah mendapatkan imunisasi campak, untuk campak lanjutan yang belum karena biasanya setelah umur sembilan bulan balita jarang ke Posyandu,” ujarnya.

Sementara Umi Zuraida, A. Md. Keb., Bidan Desa Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri mengatakan diwilayahnya terdapat sebanyak 31 sasaran balita untuk imunisasi campak. Pihaknya akan melakukan penjemputan bersama kader, kepada balita yang tidak hadir dalam kegiatan imunisasi dan selama ini belum terdapat kasus campak yang ditemukan di Desa Badas.

Ia juga mengungkapkan ciri penyakit campak yang muncul pada balita yaitu diawali dengan suhu tubuh meningkat atau demam. Kendala adanya balita yang belum lengkap imunisasi campak karena alasan kesibukan orasng tua, sehingga tidak dapat hadir di Posyandu maupun di Puskesmas.

“Biasanya paling awal panas, muncul ruam mulai belakang telinga, menjalar ke muka terus ke bagian bawah, kadang-kadang ada yang sakit mata atau batuk pilek. Untuk penanganannya karena virus sebenarnya lebih mudah, tapi kalau sudah mulai komplikasi untuk kelompok ada yang tidak diimunisasi biasanya lebih rentan,” ucapnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Umi Zuraida mengungkapkan setelah dilakukan imunisasi campak tidak ada efek samping yang dialami balita, hanya nyeri lokal pada sekitar area penyuntikan. Mengenai persediaan vaksin untuk imunisasi campak di wilayah Kabupaten Kediri saat ini sangat mencukupi, sehingga diharapkan bagi para orang tua yang memiliki balita tetap melakukan imunisasi secara lengkap untuk menjaga kesehatan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....