MPASI bukan Sekadar Volume, tapi Nutrisi Terpadu

  • 30 Mar 2026 22:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri: Memasuki fase Makanan Pendamping ASI (MPASI) seringkali menjadi momok yang memicu kecemasan luar biasa bagi para orang tua. Banyaknya teori yang beredar, mulai dari food rules, feeding rules, hingga takaran porsi yang kaku, acap kali berbenturan keras dengan realita di meja makan. Alih-alih menjadi momen menyenangkan, proses pemberian makan pertama ini justru sering terjebak dalam ambisi mengejar kuantitas semata.

Konsultan MPASI sekaligus ibu dari dua anak, dr. Annisa Florence, menyoroti fenomena di mana orang tua terlalu fokus pada volume makanan. “Banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak porsi yang dihabiskan, semakin cepat berat badan (BB) anak melonjak. Padahal, ekspektasi yang terlalu tinggi di awal masa perkenalan ini seringkali menjadi pemicu stres, baik bagi orang tua maupun sang buah hati,” ucap Annisa dalam sebuah postingan reels (@rddenise).

Menurut dr. Annisa, kunci utama yang sering terlupakan adalah pembagian proporsi nutrisi yang tepat sesuai usia. Pada fase awal, yakni usia enam hingga delapan bulan, kebutuhan nutrisi anak sebenarnya baru terpenuhi sekitar 30 persen dari makanan padat. Selebihnya, sebesar 70 persen asupan nutrisi masih sangat bergantung pada peran ASI (atau susu formula jika ada indikasi medis). MPASI di tahap ini lebih berfungsi sebagai proses belajar mengenal tekstur dan rasa, bukan sekadar mengisi lambung hingga penuh.

"Banyak orang tua yang saking semangatnya memulai MPASI, mereka lupa bahwa peran ASI masih sangat dominan. Fokusnya bergeser hanya ke jumlah suapan, sehingga esensi dari pemberian nutrisi yang seimbang dan responsif jadi terabaikan," katanya.

Tantangan nyata seperti anak yang tiba-tiba menjadi picky eater atau kenaikan berat badan yang tidak sesuai grafik seringkali membuat orang tua overthinking. dr. Annisa menekankan bahwa teori memang penting sebagai kompas, namun praktiknya harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan penuh empati.

“Memahami bahwa MPASI adalah perjalanan panjang, bukan kompetisi instan, diharapkan dapat membantu orang tua lebih tenang dalam menghadapi dinamika pertumbuhan anak,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....