Diabetes dan Hipertensi Masih Jadi Ancaman Serius
- 29 Nov 2025 22:33 WIB
- Kediri
KBRN, Jombang: Kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT) di Jombang terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Setiap tahun, jumlah penderita yang membutuhkan penanganan medis bertambah hingga puluhan ribu, menjadikan kedua penyakit ini sebagai ancaman kesehatan paling dominan di daerah tersebut.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang mencatat, sepanjang 2024 lalu terdapat 36.035 penderita diabetes yang mendapat penanganan fasilitas kesehatan. Sementara jumlah penderita hipertensi mencapai 323.938 orang. Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menyebut lonjakan ini perlu menjadi perhatian serius.
“Angka penderita diabetes melitus dan hipertensi setiap tahunnya cukup tinggi. Kedua penyakit ini menjadi perhatian karena masuk kategori penyakit tidak menular yang berisiko tinggi memicu komplikasi dan kematian,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Dari sisi capaian penanganan, angka tersebut hampir mendekati target Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Untuk diabetes, penanganan telah mencapai 98,7 persen dari target 36.511 orang. Sementara untuk hipertensi, capaian penanganan baru 83,2 persen dari target 389.447 orang.
Faktor risiko diabetes di Jombang dinilai sangat beragam. Selain pengaruh genetik, pola hidup masyarakat memiliki kontribusi besar. Pola makan tidak terkontrol, tingginya konsumsi gula, serta minimnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama. Risiko hipertensi pun disebut memiliki pola serupa.
Hexawan menegaskan bahwa bahaya hipertensi kerap tidak disadari masyarakat karena gejalanya sering tidak muncul, “Yang berbahaya dari hipertensi adalah sifatnya yang sering tanpa gejala. Sekitar 80 persen penderita tidak menyadari tekanan darahnya tinggi. Saat diperiksa baru diketahui, sehingga risikonya bisa lebih fatal,” jelasnya.
Baik diabetes maupun hipertensi telah menjadi penyebab kematian yang meresahkan di Jombang. Keduanya dapat menimbulkan komplikasi berat, mulai dari stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Jombang terus mendorong masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Imbauan juga diberikan untuk menjaga pola makan, membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta meningkatkan aktivitas fisik.
Hexawan mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan, “Kami mengingatkan masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan, terutama cek gula darah dan tekanan darah,” pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....