Bagaimana Masinis Membaca Sinyal Kereta? Ini Penjelasannya

  • 30 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Menjadi seorang masinis, yang bertanggungjawab mengoperasikan dan memimpin jalannya rangkaian kereta api, tentu terdapat Standar Operational Prosedural (SOP) yang harus dipahami. Dalam mengemban tugasnya, ada salah satu hal penting yang tidak boleh luput dari pandangan masinis, yaitu sinyal kereta api. Sinyal ini berada di sepanjang jalur kereta sebagai penanda kapan kereta harus bertenti, waspada, dan berjalan.

Menjaga dan menjamin keselamatan penumpang, awak kereta, hingga muatan menjadi salah satu tugas utamanya. Mengutip dari laman KAI, masinis membaca sinyal kereta yang ada di pinggir rel. Lalu melakukan prosedur "Tunjuk Sebut" bersama asisten masinis untuk mengonfirmasi inatruksi secara akurat. Tunjuk sebut adalah prosedur keselamatan kerja yang mengharuskan petugas menunjuk ke indkator penting, seperti rambu, sinyal, atau marka sambil menyebutkan statusnya secara verbal.

Tujuannya adalah, meningkatkan fokus yaitu mengaktifkan mata, tangan, mulut, telinga, dan otak secara bersamaan supaya berkonsentrasi ketika menjalankan kereta. Kedua adalah mengurangi kesalahan (human error), dan sebagai bentuk konfirmasi ganda antara masinis dan asisten masinis untuk saling mengoreksi status jalur atau semboyan yang harus dilalui.

Prosedur wajib ini tidak hanya dilakukan masinis dan asistennya, tapi juga petugas operasional lain seperti kondektur, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), dan petugas penjaga perlintasan kereta. Dalam sejarahnya, prosedur Tunjuk Sebut ini, pertama kali lahir di Jepang pada awal abad ke 20, tepatnya di era Meiji.

Penemuan ini awalnya tidak direncanakan secara ilmiah, melainkan berawal dari kebiasaan seorang masinis kereta api yang mengalami penurunan fungsi penglihatan. Tahun 1913, seorang masinis bernama Yasoichi Hori yang bekerja di jawatan kereta api pemerintah Jepang (Japanese Government Railways) mengalami masalah pada matanya. Karena takut salah melihat sinyal dan rambu di jalur kereta, ia berinisiatif untuk menyebut status sinyal secara keras untuk mengonfirmasi apa yang dilihatnya.

Asisten masinis yang bertugas bersamanya kemudian bertugas mendengarkan ucapan "Hori" dari si masinis, untuk memastikan bahwa apa yang didengar sama dengan apa yang tertera pada sinyal. Melihat efektivitas metode verbal tersebut dalam mencegah kecelakaan, jawatan kereta api Jepang mulai melirik kebiasaan Hori. Tahun 1918, metode tersebut diresmikan menjadi prosedur standar dengan nama Kanko.

Beberapa tahun kemudian, manajemen kereta api merasa bahwa hanya menyebutkan petunjuk sinyal saja belum cukup kuat untuk mengikat fokus masinis. Pada tahun 1925, mereka menambahkan gerakan fisik, yaitu menunjuk langsung dengan jari telunjuk, ke arah objek yang dilihat. Prosedur ini dinamakan Shisa, (Pointing atau Menunjuk). Ketika kedua metode ini digabungkan, lahirlah istilah Shisa Kanko (Pointing and Calling) atau yang kita kenal di Indonesia sebagai Tunjuk Sebut.

Pada kereta kecepatan tinggi atau jalur modern, informasi sinyal langsung muncul di layar panel dalam kabin masinis. Arti warna sinyal merah berarti tanda mutlak kereta harus berhenti atau jalur di depan tidak aman, warna kuning mengindikasikan masinis harus waspada atau berhati-hati.

Terdapat pembatasan kecepatan kereta saat sinyal masih berwarna kuning, karena situasi sinyal kuning dapat berubah menjadi merah jika terjadi insiden atau situasi darurat. Sementara sinyal berwarna hijau, adalah jalur aman di lalui, masinis dapat berjalan sebagaimana mestinya dan kereta dapat melaju dengan kecepatan normal.

Selanjutnya sistem persinyalan juga dilengkapi dengan teknologi seperti CBTC (Communications Based Train Control) yang memungkinkan kereta dikendalikan secara otomatis dan real-time. Kecepatan, efisiensi, dan keselamatan menjadi satu kesatuan di setiap perjalanan kereta api. Lantas bagaimana jika terjasi insiden yang membuat sinyal kereta hilang atau troubble dan membuat komunikasi masinis dengan pengatur sinyal terganggu?

Jika terjadi kondisi tidak normal di mana sinyal kereta padam atau troubble sekaligus komunikasi terganggu, PT KAI menerapkan prinsip dasar keselamatan perkeretaapian yang sangat ketat yaitu "Fail-Safe". Artinya, jika sistem pengaman rusak, maka sistem akan otomatis mengarahkan situasi ke kondisi yang paling aman, menghentikan kereta secara total (tergantung kecepatan dan jarak kereta, karena menhentikan secara mendadak ketika kereta berkecepatan tinggi juga memiliki resiko besar).

Jika lampu sinyal mati total atau gelap karena gangguan listrik, masinis tidak boleh beradumsi bahwa jalur dalam kondisi aman. Sinyal yang padam atau tidak memberikan indikasi secara hukum operasional dianggap sama dengan Sinyal Merah. Masinis wajib langsung melakukan pengereman dan menghentikan kereta sebelum melewati batas sinyal tersebut

Masinis juga bisa melakukan prosedur mandiri, ia akan membunyikan klakson lokomotif (Semboyan 35) secara berkala untuk memberikan tanda keberadaan kereta kepada stasiun terdekat atau petugas perlintasan sebidang. Selain itu, masinis juga bisa menggunakan prosedur Tunjuk Sebut Darurat. Masinis dan asisten masinis tetap melakukan metode tunjuk sebut ke arah sinyal yang padam, mengonfirmasi secara verbal, "Sinyal gelap/padam, kereta berhenti!" sebagai konfirmasi ganda antar kru kabin.

Jika kereta terpaksa harus bergerak maju tanpa sinyal dan tanpa komunikasi untuk mencapai stasiun terdekat, masinis hanya diizinkan berjalan dengan kecepatan "Sangat Terbatas", maksimum 15–20 km/jam. Masinis harus siap menghentikan kereta seketika jika melihat ada rintangan/gangguan atau kereta lain di depannya.

Di tingkat wilayah operasi, Pusdalopka (Pusat Pengendali Operasi Kereta Api) akan mendeteksi hilangnya sinyal di monitor mereka (blackout daerah tertentu). Mereka akan segera melarang stasiun sebelum lokasi gangguan untuk memberangkatkan kereta baru ke arah area blackout, kemudian menerjunkan tim Sintelis (Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik) untuk segera melakukan perbaikan fisik di lokasi gangguan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....