Gas Etilen pada Pisang Dapat Mempercepat Pematangan Buah di Sekitarnya
- 30 Jul 2026 11:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Pisang merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa pisang menghasilkan gas etilen, yaitu hormon alami yang berperan dalam mempercepat proses pematangan buah. Keberadaan gas ini juga dapat memengaruhi buah lain yang disimpan di sekitarnya.
Melansir dari halodoc.com, gas etilen bekerja dengan memicu perubahan alami pada buah, seperti melunakkan dinding sel dan mengubah pati menjadi gula. Proses tersebut membuat buah menjadi lebih manis, bertekstur lembut, dan siap dikonsumsi. Karena itulah, pisang sering kali lebih cepat matang dibandingkan beberapa jenis buah lainnya.
Tidak hanya memengaruhi dirinya sendiri, gas etilen yang dihasilkan pisang juga dapat mempercepat pematangan buah lain yang berada di dekatnya. Akibatnya, buah-buahan tersebut menjadi lebih cepat matang dan berpotensi lebih cepat membusuk apabila tidak segera dikonsumsi.
Beberapa jenis buah yang sensitif terhadap gas etilen di antaranya adalah alpukat, apel, mangga, dan semangka. Oleh sebab itu, penyimpanan buah-buah tersebut sebaiknya tidak berdekatan dengan pisang jika ingin mempertahankan kesegarannya lebih lama.
Untuk membuat pisang tetap awet, masyarakat disarankan memisahkan penyimpanan pisang dari buah atau sayuran lain. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi pengaruh gas etilen terhadap bahan pangan lain sehingga masa simpannya menjadi lebih panjang.
Selain itu, bagian tangkai pisang dapat dibungkus menggunakan plastik. Langkah ini dipercaya dapat memperlambat keluarnya gas etilen sehingga proses pematangan buah berlangsung lebih lambat dibandingkan jika dibiarkan terbuka.
Cara lain yang juga efektif adalah menggantung pisang selama penyimpanan. Metode ini membantu menjaga sirkulasi udara di sekitar buah sehingga mengurangi risiko memar dan membuat pisang tetap segar lebih lama. Dengan memahami peran gas etilen dan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi pemborosan akibat buah yang cepat rusak sekaligus menjaga kualitas buah yang dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....