Tips Mengurangi Sampah Dapur dengan Mengolahnya Menjadi Pupuk Organik

  • 29 Jul 2026 19:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sampah dapur menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari. Padahal, sebagian besar sampah tersebut berupa bahan organik seperti sisa sayuran, kulit buah, ampas teh, ampas kopi, dan kulit telur yang masih dapat dimanfaatkan.

Dikutip dari laman kemenlh.go.id, dengan mengolahnya menjadi pupuk organik, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Tetapi juga menghasilkan pupuk alami yang mampu menyuburkan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mendukung budidaya tanaman secara ramah lingkungan.

Pilah Sampah Organik dan Anorganik Sejak Awal

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan sampah organik dari sampah anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan nabati, daun kering, dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah plastik, logam, dan kaca sebaiknya dipisahkan agar proses pengomposan tidak terganggu.

Gunakan Wadah Khusus untuk Pengomposan

Proses pembuatan pupuk organik dapat dilakukan menggunakan ember bertutup, tong komposter, atau lubang kompos di pekarangan. Pastikan wadah memiliki sirkulasi udara yang baik agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal dalam menguraikan bahan organik.

Campurkan Bahan Basah dan Bahan Kering

Agar proses penguraian berjalan lebih cepat, sampah dapur sebaiknya dicampur dengan bahan kering seperti daun gugur, sekam padi, atau serbuk gergaji. Perpaduan kedua jenis bahan tersebut membantu menjaga keseimbangan kadar air dan mempercepat pembentukan kompos.

Aduk Kompos Secara Berkala

Pengadukan kompos setiap beberapa hari sekali penting dilakukan untuk menambah pasokan oksigen bagi mikroorganisme. Selain mempercepat proses pembusukan, cara ini juga membantu mengurangi bau tidak sedap yang dapat muncul selama proses pengomposan.

Pastikan Kompos Telah Matang Sebelum Digunakan

Kompos yang siap digunakan umumnya berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan tidak lagi mengeluarkan bau menyengat. Pupuk organik yang telah matang dapat diaplikasikan pada tanaman sayur, tanaman buah, maupun tanaman hias untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Jadikan Pengomposan sebagai Kebiasaan Sehari-hari

Mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Selain mengurangi jumlah sampah rumah tangga, kebiasaan ini juga bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....