Membangun Personal Branding di Era Digital

  • 28 Jul 2026 12:47 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Membangun personal branding di era digital menjadi sebuah keharusan yang perlu diperhatikan bagi para pelaku bisnis atau konten kreator dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif. Personal branding menjadi pintu untuk membuka peluang publik mengenal dan mencoba jasa atau produk yang dipasarkan.

Cara ini dapat dilakukan secara konsisten dengan trik pemilihan image cover yang mudah disukai dan dilirik masyarakat modern. Personal branding tidak melulu dianggap sebuah pencitraan, melainkan untuk membangun jati diri berkualitas atas apa yang dapat dinikmati oleh pasar.

Kepercayaan publik akan mudah diraih apabila seseorang atau perusahaan memiliki personal branding yang bagus. Ini menjadi ketrampilan wajib yang harus dimiliki semua pelaku ekonomi digital. Dikutip dari Jurnal Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gajah Mada, memiliki citra diri yang autentik dan konsisten dapat membangun koneksi yang sangat besar. Dengan kemudahan untuk membuat sesuatu menjadi populer, banyak orang yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan diri dan mendapatkan popularitas dari branding yang dibuat.

Di sisi lain, pelaku bisnis atau ekonomi kreatif dituntut untuk selalu adaptif pada perkembangan. Penetapan tujuan jangka pendek dan jangka panjang harus direncanakan jika ingin berhasil. Melansir dari BFI Finance, personal branding memiliki manfaat seperti peningkatan visibilitas, menciptakan kesempatan karir, kontrol atas citra diri, peningkatan pengaruh dan dampak, dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional yang bagus.

Menurut buku "Personal Branding for Professionalis", terdapa 3 hal yang tidak bisa ditawar dalam menciptakan personal branding. Pertama adalah kejelasan nilai atau keahlian (clarity). Pelaku ekonomi digital harus menentukan fokus bidang apa yang akan dipublikasikan, supaya memiliki value yang berbeda dan unik.

Kedua, konsisten pada pesan atau tampilan. Jika anda konten kreator, wajib diperhatikan konsistensi profil, bicara, dan isi. Terlalu memaksa mengikuti mode atau tren tertentu tidak selalu baik bagi pertumbuhan personal branding seseorang.

Ketiga, kredibiltas dan bukti nyata. Personal branding tanpa bukti adalah omong kosong. Portofolio akan sangat berguna untuk mendorong penilaian orang. Masyarakat digital jaman sekarang tidak lagi terbuai dengan sesuatu yang hanya terkesan manis.

Personal branding merupakan fondasi penting dalam keberhasilan karier seorang influencer di era komunikasi berbasis media sosial. Untuk itulah, personal branding diciptakan untuk reputasi yang baik.

Jenis personal branding berdasarkan kebutuhan :

1. Expert branding, mengembangkan diri menjadi leader dalam industri atau komunitas tertentu.

2. Leader Branding, menggambarkan diri mrnjadi leader yang baik.

3. Entertainer Branding, cocok bagi pekerja industri seni dan media

4. Advocate branding, bagi yang terlinat dalma bidnag advokasi atau gerakan sosial

5. Creator Branding, berfokus pada konten orisinil di media sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....