Unipdu Jombang Perluas Jejaring Global lewat Kuliah Internasional

  • 24 Jun 2026 20:46 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang terus memperluas jejaring internasional dengan menghadirkan akademisi dari Finlandia, Filipina, dan Malaysia dalam kegiatan International Guest Lecture, Rabu, 24 Juni 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah kampus untuk memperkuat koneksi global sekaligus memperkenalkan perspektif pendidikan internasional kepada mahasiswa.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Unipdu itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Selain menjadi wadah pertukaran pengetahuan, kuliah tamu internasional tersebut juga membuka ruang dialog mengenai sistem pendidikan, budaya akademik, serta peluang studi dan kerja sama lintas negara.

Direktur Pusat Studi Bahasa dan Kantor Internasional Unipdu, Dr. Afifah Samsun Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama yang telah dijalin kampus dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam pengembangan hubungan internasional perguruan tinggi.

"Melalui kolaborasi dengan ITS, kami mendapatkan banyak pengalaman dan referensi dalam membangun kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri. Kerja sama itu juga membantu kami memperluas jaringan internasional yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan institusi maupun mahasiswa," ujar Afifah.

Menurutnya, peran ITS tidak hanya sebatas mitra kerja sama, tetapi juga menjadi penghubung antara Unipdu dengan sejumlah akademisi dan institusi pendidikan di luar negeri yang telah memiliki pengalaman dalam program internasional.

Afifah menilai peningkatan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus didorong seiring berkembangnya peluang pendidikan global. "Kami ingin mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik untuk bersaing di tingkat internasional. Penguasaan bahasa Inggris menjadi modal penting, baik untuk melanjutkan studi, memperoleh beasiswa, maupun mengikuti berbagai program akademik di luar negeri," katanya.

Dalam sesi kuliah tamu, para narasumber membagikan pengalaman terkait sistem pendidikan di negara masing-masing, termasuk peluang pertukaran pelajar dan kerja sama akademik yang dapat diakses mahasiswa Indonesia.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pembahasan mengenai sistem pendidikan Finlandia yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Afifah menjelaskan, Finlandia menerapkan pendidikan yang dapat diakses secara gratis dan menempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai.

"Finlandia memiliki pendekatan pendidikan yang menarik untuk dipelajari. Selain memberikan akses pendidikan tanpa biaya, mereka juga menempatkan guru pada posisi yang sangat terhormat dalam masyarakat. Di sana, penggunaan beberapa bahasa, termasuk bahasa Inggris, juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Program Internasional ITS, Faiko Agustin, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan akademisi dari Novia University of Applied Sciences Finlandia, Davao del Sur State College Filipina, dan Universiti Teknologi MARA Malaysia.

Menurut Faiko, program kuliah internasional sengaja dirancang untuk membawa pengalaman global ke lingkungan kampus, terutama bagi mahasiswa yang belum memiliki kesempatan mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.

"Kesempatan belajar langsung ke luar negeri belum dapat dijangkau oleh semua mahasiswa. Karena itu, kami berupaya menghadirkan suasana akademik internasional ke dalam kampus agar mereka tetap bisa berdiskusi dan bertukar wawasan dengan akademisi dari berbagai negara," ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pandangan mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan dunia sekaligus mendorong lahirnya minat untuk terlibat dalam program-program internasional di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....