Statistika Bukan Sekadar Angka, tapi Alat Ambil Keputusan

  • 22 Jun 2026 09:38 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Statistika masih sering dianggap sebagai ilmu yang rumit dan menakutkan oleh sebagian masyarakat. Stigma tersebut muncul karena banyak orang mengenal statistika hanya melalui rumus dan perhitungan angka yang kompleks. Padahal, statistika tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang cara memahami informasi dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Hal itu disampaikan oleh Latifatus Zulfa dalam dialog bertema ‘Statistika Tanpa Pusing’ di RRI, Senin, 22 Juni 2026. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap statistika selama ini masih terbatas pada aspek perhitungan, sehingga banyak yang merasa takut sebelum mempelajarinya lebih jauh.

“Banyak orang mengenal statistika lewat rumus-rumus, padahal statistika bukan hanya soal angka dan perhitungan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan memanfaatkan data yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

Zulfa menjelaskan bahwa secara sederhana statistika mencakup proses mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan menyajikan data. Kemampuan tersebut sangat penting karena hampir setiap orang dihadapkan pada berbagai keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa seseorang tidak harus menjadi ahli matematika untuk dapat memahami statistika dengan baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep statistika sebenarnya sering digunakan tanpa disadari. Mulai dari membandingkan harga dan ulasan produk sebelum berbelanja, mencatat pengeluaran bulanan, hingga menentukan prioritas kebutuhan keluarga.

“Ketika kita membandingkan harga, melihat hasil ulasan suatu produk, atau mencatat pengeluaran terbesar setiap bulan, sebenarnya kita sudah menggunakan cara berpikir statistika,” ujarnya.

Sebagai dosen manajemen, Zulfa menilai statistika memiliki peran yang sangat penting dalam dunia bisnis modern. Menurutnya, hampir seluruh keputusan bisnis saat ini memerlukan data sebagai dasar pertimbangan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat juga dituntut lebih kritis dalam membaca data dengan memperhatikan sumber informasi, metode pengumpulan data, serta konteks yang melatarbelakanginya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak langsung percaya pada angka atau grafik yang beredar tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Untuk mengurangi ketakutan terhadap statistika, Latifatus menyarankan agar pelajar dan mahasiswa tidak langsung terpaku pada rumus, melainkan mengaitkannya dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Statistika bukan sesuatu yang harus ditakuti. Statistika bukan hanya tentang angka, tetapi tentang bagaimana kita memahami informasi di sekitar kita. Semua data punya cerita, dan tugas kita adalah memahami cerita tersebut,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....