Jembatan Besi Pertama Jawa Masih Berdiri di Kediri.

  • 09 Jun 2026 01:02 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Brug Over Den Brantas de Kediri atau Jembatan Lama Kota Kediri, adalah jembatan besi pertama di Jawa dan dunia yang dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Jembatan Lama dulunya digunakan sebagai Groote Postweg (Jalan Raya). Dirancang oleh insinyur kelahiran Belanda, Sytze Westerbaan Muurling, dengan desain yang sangat kokoh dan canggih.

Sebelum menggunakan besi sebagai rangka bangunannya, jembatan ini dirancang menggunakan bahan utama berupa batu atau beton. Namun, derasnya arus Sungai Brantas menjadi tantangan besar penancapan paku bumi. Konstruksi sempat terhenti hingga akhirnya muncullah terobosan penggunaan sekrup raksasa yang ditanam di dasar Sungai Brantas. Jembatan ini kemudian menjadi karya monumental kala itu.

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Kediri, Jembatan ini resmi beroperasi pada 18 Maret 1869. Jejak sejarah pembangunannya tercatat dalam buku Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek, yang disimpan di Belanda.

Menurut Imam Mubarok, budayawan sekaligus penemu Sejarah Jembatan Lama, jembatan lama Kota Kediri ini menjadi adikarya yang mengalahkan jembatan Brooklyn di New York City yang melintasi Sungai East.

Pada proses pembangunan nya, terdapat lima struktur besi penopang di dasar Sungai Brantas yang digunakan dan pada sisi selatan diberi sungkup besi berbentuk segitiga meruncing guna memecah arus maupun banjir yang membawa sampah-sampah yang membahayakan jika tersangkut pada tiang pancang penopang jembatan.

Setiap penopang jembatan memiliki 14 besi tiang pancang yang ditanam dalam dasar Sungai Brantas, sehingga total besi pemancang jembatan berjumlah 70 besi pemancang (pasak bumi). Setiap 14 besi penopang terdiri dari 6 besi di sisi barat, dan 6 besi di sisi timur yang di ujung utara dan selatannya diberi besi penguat, dikaitkan secara bersilang saling menguatkan. Di atas tiang-tiang penopang juga diberi konstruksi alas papan-papan kayu sebagai media jalan raya.

Di masa lalu, Jembatan Lama menjadi jalur vital yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Kediri. Jembatan ini juga berperan penting dalam mempermudah sekaligus menjadi pendukung utama aktivitas perdagangan masyarakat Kediri dan sekitarnya.

Sebagai jembatan yang sudah berusia lebih dari 150 tahun, Jembatan Lama menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa sejarah penting, seperti era Kolonial, Masa Pendudukan Jepang, hingga Masa Bersiap. Jembatan Lama bahkan pernah hampir dibom oleh pasukan gerilya Jenderal Sudirman saat terjadi Agresi Militer Belanda 2 pada 1949.

Hal Ini dilakukan agar tentara Belanda tidak bisa membuntuti gerilya Sudirman ke Gunung Wilis. Aksi penghancuran ini lalu digagalkan Belanda, dan Jembatan Lama masih berdiri hingga sekarang. Menakar dari sejarah tersebut,

Jembatan Lama ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan pada tahun 2019. Status sebagai Cagar Budaya Nasional diperkuat melalui Keputusan Mendikbudristek Nomor 58/M/2022 hingga Nomor 145/M/2022.

Guna mengenang sejarah yang menjadi salah satu kunci peradaban Kota Kediri ini, pemerintah kota membuat prasasti yang berisi sejarah singkat Jembatan Lama, yang terletak di taman sisi timur jembatan. Prasasti ini memuat sejarah pembangunan Jembatan Lama hingga peresmiannya sebagai cagar budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....