Tebuireng Catat 26 Santri Lolos Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

  • 31 Mei 2026 20:57 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pondok Pesantren Tebuireng kembali mencatat capaian di bidang pendidikan internasional. Sebanyak 26 santri dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Tebuireng dinyatakan lolos dan diterima untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, melalui jalur seleksi Marka Al-Azhar Indonesia Tahun 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 17 santri dari MA Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng, tujuh santri dari SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng, dan dua santri dari MA Sains Tebuireng Putri Kesamben. Mereka berhasil melewati tahapan seleksi untuk melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.

Keberhasilan puluhan santri tersebut menjadi indikator tingginya minat lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, khususnya ke lembaga pendidikan Islam yang memiliki reputasi internasional. Al-Azhar selama ini dikenal sebagai tujuan studi yang banyak diminati karena tradisi keilmuan dan pengaruhnya dalam perkembangan pemikiran Islam moderat.

Salah satu santri yang diterima, Muhammad Saifan Ibrahim dari SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng, mengaku memiliki alasan kuat memilih Al-Azhar sebagai tujuan studi. Menurutnya, kampus tersebut telah lama menjadi rujukan pendidikan Islam yang melahirkan banyak tokoh intelektual berpengaruh di Indonesia.

“Saya melihat Al-Azhar bukan hanya sebagai tempat belajar ilmu agama, tetapi juga ruang yang melahirkan pemikiran Islam yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman. Banyak cendekiawan Indonesia yang lahir dari tradisi keilmuan itu,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.

Saifan menilai sosok-sosok lulusan Al-Azhar telah memberikan contoh bagaimana pemahaman keislaman yang mendalam dapat berjalan seiring dengan sikap terbuka terhadap keberagaman masyarakat. Hal itu menjadi motivasi baginya untuk menempuh pendidikan di Mesir.

Ia juga mengakui proses pembelajaran yang dijalani selama di Tebuireng menjadi bekal penting dalam menghadapi seleksi. Menurutnya, pendidikan yang mengombinasikan ilmu agama, ilmu umum, kemampuan bahasa, serta pengalaman organisasi telah membantu membentuk wawasan yang lebih luas.

“Untuk menjadi pribadi yang memiliki perspektif luas, tidak cukup hanya mendalami satu bidang ilmu. Lingkungan pendidikan di Tebuireng memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dari berbagai disiplin ilmu sekaligus,” katanya.

Wakil Kepala Kesiswaan MA Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng, David Sugiarto, mengatakan keberhasilan para santri merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan ketekunan belajar, pendampingan guru, serta dukungan keluarga.

“Capaian ini merupakan buah dari perjuangan yang tidak singkat. Ada kerja keras para santri, doa orang tua, arahan para guru, dan keberkahan lingkungan pesantren yang turut mengantarkan mereka meraih hasil terbaik,” jelasnya.

David berharap para santri yang akan berangkat ke Mesir mampu menjaga tradisi akademik yang telah dibangun selama berada di pesantren. Ia juga mengingatkan bahwa mereka membawa nama baik keluarga, almamater, dan masyarakat Indonesia di lingkungan internasional.

Sementara itu, Mudir II Bidang Pembinaan Pendidikan Tebuireng, Gus Muhammad Hasyim, menyebut diterimanya 26 santri di Universitas Al-Azhar menjadi capaian yang membanggakan bagi pesantren. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa lulusan Tebuireng mampu bersaing dan diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Alhamdulillah, tahun ini banyak lulusan Tebuireng yang diterima di perguruan tinggi negeri, swasta, hingga kampus kelas dunia. Masuknya puluhan santri ke Al-Azhar menjadi kebanggaan karena kampus itu memiliki sejarah panjang dalam mencetak ulama dan intelektual Muslim,” ucapnya.

Ia berharap para santri yang akan menempuh studi di Mesir dapat menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu memperkuat tradisi keilmuan pesantren serta memberikan kontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....