Menjaga Eksistensi Kampung Inggris Pare Melalui Pecel Baris
- 29 Apr 2026 21:51 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri — Upaya menjaga eksistensi Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, terus dilakukan melalui berbagai inisiatif berbasis masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat program pelatihan bahasa Inggris gratis bertajuk “Pecel Baris” (Pekan Ceria Latihan Bahasa Inggris), yang dirancang untuk memperkuat peran warga lokal dalam menciptakan lingkungan berbahasa Inggris di kawasan tersebut.
Program yang diinisiasi lembaga Global English ini berlangsung mulai 20 April hingga 15 Mei 2026. Pada Pecel Baris 6 tahun ini, melibatkan sekitar 150 peserta yang terdiri atas warga lokal, pengemudi ojek online, pelaku UMKM, hingga pemilik usaha kos yang sehari-hari berinteraksi dengan para pelajar dari berbagai daerah.
Chief Of Teaching Clinic 26, Head Committee Of Pecel Baris 6 Global English, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris warga lokal, tetapi juga memperkuat daya saing Kampung Inggris Pare di tengah kemunculan kawasan serupa di sejumlah daerah di Indonesia.
“Program ini kami rancang untuk meningkatkan kapasitas komunikasi warga sekaligus menjaga posisi Kampung Inggris Pare agar tetap menjadi rujukan utama, di tengah munculnya berbagai kawasan serupa di daerah lain,” ujarnya, dalam agenda dialog program Indonesia Cerdas di RRI Kediri, Rabu, 29 April 2026.

Menurutnya, materi yang diberikan difokuskan pada kebutuhan komunikasi sehari-hari dengan penekanan pada kemampuan berbicara. Pendekatan pembelajaran dibuat lebih santai dan interaktif agar dapat diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang usia dan profesi.
“Kami memprioritaskan kemampuan speaking. Tata bahasa tetap diajarkan, tetapi tidak menjadi fokus utama. Metode yang kami gunakan juga dibuat menyenangkan melalui game, agar peserta tidak merasa terbebani,” katanya.
Ia menambahkan, kekuatan utama Kampung Inggris Pare terletak pada lingkungan yang mendukung praktik bahasa Inggris secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dinilai menjadi keunggulan yang sulit ditemukan di daerah lain.
“Lingkungan di Pare memungkinkan penggunaan bahasa Inggris di berbagai aktivitas harian. Inilah yang ingin kami pertahankan, dengan melibatkan warga lokal sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran dan pendidikan itu sendiri,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan program menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam menjaga konsistensi kehadiran peserta.
“Yang paling sulit adalah untuk maintenance motivasi dan semangat peserta. Kemudian masalah waktu juga, di mana para peserta ini punya kesibukan pekerjaan masing-masing. Selanjutnya adalah masalah cuaca, yang akhir-akhir ini cukup mempengaruhi kehadiran peserta di kelas. Tapi syukurnya itu tidak berkepanjangan. Semangat mereka tetap ada untuk belajar,” katanya.
Ke depan, penyelenggara berharap program serupa dapat terus berlanjut dan memperluas keterlibatan masyarakat.
“Harapannya nanti, setiap sudut Kampung Inggris ini bisa menjadi wadah pembelajaran. Melalui upaya ini juga, kita ingin mewujudkan apa yang selama ini diekspektasikan oleh masyarakat di luaran sana ketika mereka datang ke Kampung Inggris,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....