Kind and Firm Parenting Perkuat Karakter Anak
- 30 Mar 2026 22:04 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Fenomena gentle parenting sering kali sulit diterapkan secara utuh oleh orang tua yang memiliki latar belakang pola asuh otoriter atau kaku. Pritta Tyas, Psikolog sekaligus Co-founder @goodenoughparents.id, menilai bahwa bagi orang tua di antara kubu otoriter dan permisif, pendekatan kind and firm parenting jauh lebih efektif.
“Metode ini menggabungkan sisi kasih sayang melalui validasi emosi anak dengan ketegasan dalam menegakkan aturan yang telah disepakati bersama di dalam keluarga,” ucapnya dalam postingannya di akun resmi media sosialnya (@pritta_tyas).
Sisi kind atau kelembutan dalam pola asuh ini diwujudkan dengan cara menghargai dan mengerti perasaan anak saat mereka menghadapi masalah. Namun, Pritta menekankan bahwa orang tua harus tetap memiliki sisi firm atau ketegasan sebagai pemegang otoritas tertinggi di rumah.
"Orang tua tetap menjadi figur otoritas, namun dalam mengambil keputusan penting, anak perlu dilibatkan dalam diskusi agar mereka merasa didengar dan memiliki ruang untuk berpendapat," jelasnya.
Disiplin positif ini bukan berarti segala hal harus didiskusikan tanpa henti, melainkan membangun komunikasi yang inklusif antara orang tua dan anak. Pritta mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam keberhasilan pola asuh ini. Orang tua sering kali terjebak dalam inkonsistensi, di mana aturan hanya ditegakkan saat suasana hati sedang baik, namun diabaikan saat sedang lelah. Padahal, anak membutuhkan struktur yang stabil untuk memahami batasan perilaku mereka.
Selain konsistensi, aspek penting lainnya dalam kind and firm parenting adalah keberanian orang tua untuk mengakui kesalahan. “Orang tua yang mampu meminta maaf dan mengajak anak melakukan rekonsiliasi setelah terjadi konflik justru akan membangun ikatan emosional yang lebih kuat. Hal ini mengajarkan anak tentang integritas dan cara bertanggung jawab, sekaligus menunjukkan bahwa orang tua adalah manusia yang juga terus belajar,” tambahnya.
Pritta mengajak para orang tua untuk tidak menelan mentah-mentah satu tren pengasuhan saja, melainkan menyesuaikannya dengan kondisi mental dan karakter keluarga. Dengan memadukan kelembutan dan ketegasan, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk tumbuh tanpa kehilangan rasa hormat terhadap otoritas. Disiplin yang lahir dari rasa saling menghargai akan jauh lebih bertahan lama dibandingkan disiplin yang dipaksakan melalui rasa takut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....