Indonesia Optimalkan Posisi Geopolitik dan Ekonomi di HUT ke-59 ASEAN
- 09 Agt 2026 07:26 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Indonesia Optimalkan Posisi Geopolitik dan Ekonomi di HUT Ke-59 ASEAN
- Indonesia diharapkan siap membawa ASEAN meroket lebih jauh sebagai kawasan tangguh, berdaya saing tinggi, dan relevan di panggung global
RRI.CO.ID, Kediri – Bertepatan dengan HUT ke-59 ASEAN pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Indonesia berkomitmen penuh memaksimalkan posisi geopolitik dan ekonominya demi memperkuat integrasi kawasan Asia Tenggara. Indonesia memandang momentum hari ini sebagai titik balik krusial untuk menavigasi tantangan global yang kian kompleks.
Saat ini, Indonesia aktif mendorong implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) untuk memastikan Asia Tenggara tetap menjadi zona damai, netral, dan sejahtera. Pendekatan diplomasi yang inklusif ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kesatuan di antara sebelas negara anggota.
Selain itu, Indonesia di Asia Tenggara tetap berfokus pada penguatan arsitektur keamanan kawasan dan percepatan transformasi digital. Dari sektor ekonomi, momentum HUT ke-59 ASEAN dimanfaatkan Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar pelaku wirausaha lokal melalui integrasi sistem pembayaran digital lintas negara.
“Keterlibatan aktif generasi muda baik milenial maupun Gen Z, turut menjadi pilar penting dalam perayaan HUT ASEAN tahun ini,” kata Aldila Wanda Nugraha, Akademisi Universitas Bhinneka PGRI, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurutnya, pemuda Indonesia diharapkan mampu memimpin kolaborasi digital di tingkat regional maupun nasional. Indonesia diketahui secara konsisten mengajak negara-negara tetangga untuk membangun rantai pasok pangan yang tangguh menghadapi ancaman perubahan iklim global.
Kolaborasi dinilai penting agar Asia Tenggara tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi bersih masa depan. “Melalui berbagai forum inovasi teknologi, program pertukaran budaya, langkah strategis ini selaras dengan cita-cita besar Bangsa menuju masa depan lebih adaptif,” ujar Aldila, Minggu pagi.
Tidak dipungkiri, penyelesaian krisis Myanmar yang masih memerlukan pendekatan diplomasi yang lebih tegas dan konsisten menjadi tantangan internal tersendiri. Keberhasilan mengatasi isu domestik regional ini tentu juga akan menjadi ujian nyata bagi efektivitas kepemimpinan Indonesia di mata dunia internasional.
“Dengan mengoptimalkan seluruh potensi strategisnya, Indonesia diharapkan siap membawa ASEAN meroket lebih jauh sebagai kawasan tangguh, berdaya saing tinggi, dan relevan di panggung global,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....