Menolak Lupa 81 Tahun Tragedi Hiroshima dan Nagasaki

  • 06 Agt 2026 07:31 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Menolak Lupa 81 Tahun Tragedi Hiroshima dan Nagasaki
  • Sejarah membuktikan bahwa perang nuklir tidak akan pernah melahirkan pemenang, melainkan hanya menyisakan kepunahan massal

RRI.CO.ID, Kediri – Tepat hari ini, Kamis, 6 Agustus 2026, dunia kembali memperingati 81 tahun tragedi memilukan yang mengubah jalannya sejarah peradaban manusia. Peringatan tahunan menjadi momentum krusial menolak lupa bahwa ambisi perang pernah melahirkan neraka dunia yang melenyapkan ratusan ribu nyawa dalam tragedi bom Hiroshima dan Nagasaki.

Pagi kelabu di tanggal 6 Agustus 1945 menjadi sejarah kelam panjang manakala sebuah bom atom bernama ‘Little Boy’ dijatuhkan di Hiroshima, lalu disusul ‘Fat Man’ di Nagasaki tiga hari setelahya. Dahsyatnya ledakan kala itu melampaui batas imajinasi terburuk manusia ketika dalam waktu bersamaan terjadi gelombang panas ekstrem mencapai ribuan derajat Celsius.

Dalam hitungan detik, pusat kota Hiroshima berubah menjadi hamparan debu dan puing-puing yang membara, sementara warga yang berada di radius dekat seketika menguap. Tragedi 6 Agustus 1945 bukan sekadar melahirkan statistik angka kematian tinggi, melainkan potret nyata bagaimana rasa kemanusiaan runtuh total akibat ego perebutan kekuasaan.

Bagi para korban selamat yang disebut Hibakusha, penderitaan tidak pernah benar-benar berakhir ketika kepulan asap raksasa menghilang dari langit Jepang. Selama puluhan tahun, mereka harus hidup berdampingan dengan trauma psikologis mendalam dan ancaman penyakit mematikan akibat paparan radiasi nuklir.

Stigma sosial, kanker, hingga mutasi genetik yang diturunkan ke generasi berikutnya menjadi saksi bisu betapa panjangnya efek yang ditimbulkan oleh senjata pemusnah massal ini. Sejarah kelam tragedi Hiroshima dan Nagasaki sepatutnya diingat sebagai alarm keras bagi dunia internasional agar tidak pernah mengulang kesalahan fatal yang sama.

“Gerakan menolak lupa yang digaungkan setiap 6 Agustus bukanlah upaya untuk merawat kebencian masa lalu atau membuka luka lama antarnegara,” kata Happy Kurniawan, ASN Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kediri, Jawa Timur. Menurutnya, setelah perang dunia kedua, layak jika pengembangan nuklir sebagai senjata di bumi ini segera dihentikan.

“Sejarah membuktikan bahwa perang nuklir tidak akan pernah melahirkan pemenang, melainkan hanya menyisakan kepunahan massal,” ujar Happy, sapaan akrabnya. “Di tengah situasi geopolitik global tahun 2026, pesan moral yang bisa dijadikan pelajaran berharga adalah betapa mahalnya harga sebuah perdamaian yang hari ini kita nikmati bersama,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....