Kemenhaj Jombang Laporkan Jemaah Haji Meninggal Bertambah Satu

  • 10 Jun 2026 18:48 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang melaporkan jumlah jemaah haji asal Jombang yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah satu orang. Tambahan tersebut membuat total jemaah haji asal Jombang yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 menjadi tiga orang.

Jemaah yang meninggal diketahui bernama Hj. Mauduah Binti Sa’i (58), warga Dusun Plengkung, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto. Almarhumah yang tergabung dalam Kloter 63 Embarkasi Surabaya meninggal dunia di Saudi National Hospital (SNH) Makkah pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 07.05 Waktu Arab Saudi setelah menjalani perawatan akibat meningitis dan pneumonia.

Kepala Kemenhaj Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut dari petugas pendamping haji yang berada di Tanah Suci. Menurutnya, almarhumah merupakan satu-satunya jemaah dalam kloter tersebut yang tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Madinah karena harus menjalani perawatan medis di Makkah.

"Kami mendapat laporan dari petugas haji bahwa ada satu jemaah asal Jombang yang tetap berada di Makkah karena kondisinya memerlukan penanganan medis. Hari ini kami memperoleh kabar bahwa beliau telah berpulang. Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam dan mendoakan semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Ilham, Rabu, 10 Juni 2026.

Ilham menjelaskan, berdasarkan keterangan tim kesehatan, Hj. Mauduah masuk dalam kategori jemaah risiko tinggi dengan riwayat meningitis dan pneumonia. Kondisi kesehatannya menurun sekitar sepekan setelah tiba di Makkah sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz dan menjalani perawatan intensif.

"Beliau sempat dirawat di ruang ICU, kemudian kondisinya membaik dan dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Namun setelah pelaksanaan Armuzna kesehatannya kembali menurun hingga dirujuk ke Saudi National Hospital dan menjalani perawatan intensif sampai akhirnya meninggal dunia," kata Ilham.

Selama menjalani perawatan, almarhumah tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, pelaksanaan hajinya dibadalkan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menyelesaikan seluruh tahapan ibadah.

Dengan bertambahnya satu jemaah yang meninggal dunia, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang masih tercatat di Tanah Suci kini menjadi 1.259 orang dari total awal 1.260 jemaah. Sebelumnya, dua jemaah asal Jombang, yakni Suyono dan Rubiansih Sumorejo Sukro, juga dilaporkan meninggal dunia selama musim haji 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....