Musim Haji 2026, Permintaan Oleh-Oleh Haji di Kediri Turun 20 Persen

  • 09 Jun 2026 22:09 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Permintaan oleh-oleh haji pada musim haji tahun 2026 di Kabupaten Kediri cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan sejumlah pelaku usaha yang menjual berbagai kebutuhan dan suvenir khas haji.

Salah satunya disampaikan Sonia Ike Risanti, bagain admin Toko Zaidan, pusat grosir oleh-oleh haji dan umrah di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa, 9 Juni 2026. Menurutnya, penjualan oleh-oleh haji tahun ini menurun sekitar 20 persen dibandingkan musim haji tahun 2025.

Penurunan omset penjualan pernik haji juga dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat saat ini, serta jemaah haji lebih memilih membeli suvenir secara online. “Kalau permintaannya cenderung lebih berkurang, soalnya ekonominya lagi kayak gini, menurun sekitar 20 persen dan yang paling banyak dicari biasanya sajadah,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah produk masih menjadi favorit para jemaah haji maupun keluarga yang mencari buah tangan, seperti sajadah yang menjadi barang paling banyak diminati. Selain perlengkapan ibadah, oleh-oleh berupa makanan ringan juga masih menjadi pilihan utama, seperti kismis, kacang Arab, dan kurma menjadi barang yang paling sering dicari konsumen.

Menurut Sonia, perubahan tren belanja juga memengaruhi jenis oleh-oleh yang dipilih masyarakat. Konsumen kini lebih mengutamakan barang yang memiliki nilai guna serta makanan yang dapat dibagikan kepada keluarga dan kerabat.

Sementara Kepala Kementrian Haji dan Umrah (kemenhaj) Kabupaten Kediri, Abdul kholiq Nawawi mengatakan seluruh jemaah haji yang tergabung dalam kloter 109, 110, 111 dan 112 hingga saat ini dalam kondisi sehat. Pihaknya mengimbau kepada seluruh jemaah agar tetap menjaga kesehatan selama berada di tanah suci hingga kepulangan ke tanah air.

“Harapan kita kepada jemaah haji tetap menjaga kondisi fisik, karena ada beberapa jemaah yang kondisi kesehatannya manurun. Karena memang usia tua dan faktor-faktor ini yang perlu kita waspadai,” ucapnya.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk tetap mematuhi arahan tim kesehatan dan petugas kloter serta segera melaporkan apabila mengalami keluhan kesehatan. Dengan kondisi yang tetap prima, diharapkan seluruh jemaah dapat mengikuti kegiatan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta membawa predikat haji yang mabrur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....