Proses Pemulangan Jemaah, Kemenhaj Ingatkan Aturan Penerbangan
- 31 Mei 2026 21:51 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mulai berlangsung. Jemaah haji gelombang pertama telah selesai melaksanakan rangkaian haji hingga puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah haji secara bertahap akan tiba di Tanah Air mulai 1 Juni 2026. Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses kepulangan hingga kedatangan jemaah berjalan lancar.
Kemenhaj juga mengingatkan para jemaah untuk mematuhi aturan penerbangan terkait. Adapun dua maskapai yang mengangkut jamaah haji, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Kedua maskapai ini hanya akan mengangkut barang bawaan sesuai ketentuan berlaku, seperti tas paspor, tas kabin, dan tas bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai.
"Jemaah haji berhak membawa tas paspor, tas kabin 7 kg, dan tas bagasi 32 kg," tulis akun Kemanhaj.
Maskapai juga melarang jemaah membawa air zam-zam ke dalam pesawat. Menurut ketentuan Generla Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi, jemaah dilarang memasukkan air zam-zam ke dalam tas. Air zam zam akan dibagikan petugas haji setiba di Asrama Haji Debarkasi atau sesuai kedatangan kloter jemaah. Jemaah haji akan mendapatkan masing-masing 5 liter air zam-zam.
Pemeriksaan koper bagasi sebagai salah satu aturan penerbangan akan dilakukan secara ketat. Pemeriksana dilakukan menggunakan X-Ray Multiview yang dapat mendeteksi barang-barang yamg dilarang termasuk air zam-zam. Apabila nantinya kedapatan pelanggaran, maka petugas bandara berhak mengeluarkan barang tersebut.
Selain itu, jemaah diimbau untuk tidak membawa barang yang mudah terbakar atau meledak seperti korek api, bahan bakar, petasan, atau kembang api, dilarang pula membawa senjata tajam atau senjata api termasuk pisau dan gunting. Jemaah dilarang membawa gas, aerosol, dan cairan melebihi 100 ml, serta mmebawa uang lebih dari 100 juta rupiah atau SAR 25.000.
Untuk diketahui, jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah menuju Tanah Air. Adapun jemaah gelombang kedua akan bergeser ke Madinah terlebih dulu setelah menyelesaikan haji baru kemudian pulang ke Tanah Air. Jemaah gelombang dua akan diberangkatkan dari Bandara AMAA Madinah. Proses pemulangan dilangsungkan bertahap hingga 30 Juni 2026.
Tahun ini, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221.000 orang. Kuota ini terbagi menjadi 92% (203.320 jemaah) untuk haji reguler dan sisanya yaitu 8% (17.680 jemaah) untuk haji khusus. Dari total kuota reguler, terdapat kuota murni untuk jemaah serta kuota prioritas lansia, pembimbing, dan Petugas Haji Daerah (PHD). Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat mendapat alokasi jemaah terbanyak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....