Kloter 111 Kabupaten Kediri Mengambil Nafar Tsani di Mina

  • 29 Mei 2026 22:04 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Jemaah haji Kloter 111 asal Kabupaten Kediri memilih mengambil Nafar Tsani dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di Mina, Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan Siti Fatimah, Jemaah Kloter 111 Kabupaten Kediri dari rombongan 3 regu 11, melalui komunikasi WA, Jumat, 29 Mei 2026.

“Tanggal 8-9 Zulhijah kami ke Arafah mengikuti kegiatan Armuzna, kemudian jam 23.00 WAS meninggalkan Arafah untuk ke Muzdalifah, kami mengambil murur atau lewat menuju Mina. Jadi tanggal 10 Zulhijah lewat tengah malam kita sudah sampai di Mina, untuk berangkat melontar jumrah dari tanggal 10-13 Zulhijah (hari tasyrik),” ujarnya.

Ia mengungkapkan jemaah haji Kloter 111 mengambil Nafar Tsani yaitu jemaah tetap tinggal dan bermalam (mabit) di Mina hingga tanggal 13 Zulhijah 1447 H. “Sehingga kami melontar jumrah sebanyak empat kali, tanggal 10 Zulhijah melempar jumrah Aqabah, kemudian tanggal 11-13 Zulhijah kita melempar jumrah mulai dari Ula, Wustha, dan Aqabah,” jelasnya.

Fatimah mengatakan kegiatan jemaha haji saat ini di tenda Mina yaitu lebih memperbanyak istirahat, beribadah, baca Al-Qur’an dan zikir sembari menantikan waktu pelaksanaan lontar jumrah. “Karena untuk Kabupaten Kediri yang di Kloter 111 kita mengambil jadwal untuk melontar jumrah setelah Magrib,” ucapnya.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari cuaca panas, mengingat terdapat jemaah lansia yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan. “Untuk cuaca di Mina saat ini panas dengan suhu sekitar 39 derajat celsius, dan jemaah saat ini masih berada di tenda-tenda, kami ada di Maktab (camp) 76 Syarikah BTG (Al Bait Guests),” katanya.

Mengenai makanan untuk jemaah haji di Mina tidak terdapat kendala maupun kekurangan untuk asupan nutrisi. “Makan sehari tiga kali, ada snack, kemudian kudapan ada buah apel atau jeruk, ada juga susu, mengenai makanan tidak ada masalah,” ujar Fatimah.

Ketika berada di tenda Mina jemaah haji harus mengantri untuk menggunakan toilet secara bergantian. “Kami sangat memaklumi karena toilet yang memakai tidak hanya jemaah dari Kabupaten Kediri, tetapi juga jemaah haji dari Provinsi yang lain, jadi wajar jika harus antri,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....