Iduladha, Posisi Matahari Tepat di atas Ka'bah

  • 26 Mei 2026 09:47 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Momentum peringatan Idul adha yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2026, menunjukkan fenomena menarik di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah. Fenomena ini disebut sebagai Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam, ketika bayangkan benda berada dalam posisi tegak lurus. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa, 26 Mei 2026, menyebut Rashdul Kiblat menjadi kesempatan masyarakat dapat menentukan arah kiblat sholat.

"Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk memeriksa kembali dan menentukan arah kiblat secara mandiri. Ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah, arah bayangan benda akan tegak lurus dan berlawanan dengan arah kiblat,” kata Arsad.

Data astronomi menunjukkan, fenomena ini akam terjadi selama 2 hari yaitu 27 Mei dan 28 Mei 2026, pukul 16.18 WIB. Fenomena ini bersifat konfirmatif. Apabila arah kiblat yang digunakan masyarakat selama ini sudah tepat, maka Rashdul Kiblat akan memperkuat ketepatan tersebut.

"Rashdul Kiblat adalah salah satu pendekatan ilmu falak yang telah lama digunakan dalam verifikasi arah kiblat selain penggunaan kompas, teodolit, maupun aplikasi digital berbasis satelit," ucap Arsad.

Dijelaskannya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya proses pengecekan arah kiblat menjadi akurat. Pertama, benda yang digunakan sebagai patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus dan dapat dibantu menggunakan lot atau bandul. Kedua, permukaan lokasi pengecekan harus datar dan rata agar arah bayangan tidak mengalami distorsi.

Ketiga, masyarakat diminta menyesuaikan waktu pengukuran dengan waktu resmi yang dikeluarkan BMKG, RRI, maupun layanan waktu terpercaya lainnya. "Ketepatan waktu menjadi faktor penting. Selisih beberapa menit saja bisa memengaruhi arah bayangan yang terbentuk,” ujarnya.

Imbuh Arsad, fenomena Rashdul Kiblat juga memiliki nilai edukatif karena membantu masyarakat memahami keterkaitan antara ibadah dan juga ilmu pengetahuan. Pendekatan ilmu astronomi dalam penentuan arah kiblat menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat berjalan selaras dengan perkembangan sains.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....