Menhaj RI Imbau Masyarakat Waspada Modus Haji tanpa Antrean

  • 08 Mei 2026 16:34 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran haji tanpa antrean resmi.
  • Pemerintah memperketat pengawasan haji nonprosedural dengan membentuk satgas gabungan bersama kepolisian dan imigrasi.
  • Pengawasan dilakukan di berbagai pintu masuk bandara untuk mencegah calon jemaah berangkat melalui jalur tidak resmi.
  • Jumlah calon jemaah haji nonprosedural yang tertahan di bandara tahun ini menurun drastis, dari lebih 1.000 orang menjadi di bawah 100 orang.
  • Gus Irfan memastikan pemberangkatan jemaah haji Indonesia berjalan lancar, meski masih ada kendala kesehatan dan administrasi imigrasi.

RRI.CO.ID, Jombang — Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran keberangkatan haji tanpa masa tunggu resmi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul masih ditemukannya praktik haji nonprosedural yang berpotensi merugikan calon jemaah.

Peringatan itu disampaikan Gus Irfan saat melepas keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Jombang kloter 62 dan 63 di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis, 7 Mei 2026. Menurutnya, pemerintah kini memperketat pengawasan untuk menekan keberangkatan jemaah yang tidak melalui mekanisme resmi.

Ia menjelaskan, pemerintah telah membentuk satuan tugas gabungan yang melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, kepolisian, serta imigrasi untuk mengawasi keberangkatan calon jemaah di berbagai pintu masuk bandara.

“Kami bersama aparat kepolisian dan imigrasi melakukan pengawasan ketat agar masyarakat tidak berangkat lewat jalur yang tidak sesuai aturan. Langkah ini juga untuk menghindarkan jemaah dari persoalan hukum maupun penelantaran di Arab Saudi,” ujarnya.

Menurut Gus Irfan, pengawasan yang diperketat mulai menunjukkan hasil. Jumlah calon jemaah nonprosedural yang tertahan di bandara pada musim haji tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Laporan terakhir yang kami terima jumlahnya masih di bawah 100 orang. Angka ini jauh lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai lebih dari 1.000 orang,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat tidak mudah percaya terhadap promosi keberangkatan haji instan tanpa antrean. Sebab, seluruh proses pemberangkatan haji tetap harus mengikuti kuota dan prosedur resmi yang telah ditetapkan pemerintah. “Masyarakat harus lebih teliti. Jangan mudah tergoda tawaran berangkat cepat tanpa proses yang jelas, karena pada prinsipnya ibadah haji tetap memiliki mekanisme antrean resmi,” jelasnya.

Selain itu, Gus Irfan memastikan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia hingga saat ini berjalan relatif lancar. Hampir separuh total jemaah disebut telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. “Sekitar lima puluh persen jemaah sudah diterbangkan. Sampai sekarang prosesnya berjalan baik dan terkendali,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebagian jemaah yang sebelumnya berada di Madinah kini mulai diberangkatkan menuju Makkah. Sementara jemaah yang berangkat kemarin dijadwalkan tiba melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ibadah.

Meski demikian, pemerintah masih menemukan beberapa kendala teknis, terutama terkait kesehatan jemaah dan administrasi imigrasi. “Ada beberapa jemaah yang keberangkatannya ditunda karena kondisi kesehatan. Untuk kasus penolakan oleh imigrasi Saudi, laporan yang masuk hanya satu orang karena persoalan tertentu,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....