Kemenhaj Kediri Gelar Pembinaan Karu Karom jelang Keberangkatan
- 06 Mei 2026 21:10 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kemenag Kediri gelar pembinaan karu karom haji 2026
- Diikuti 147 peserta jelang keberangkatan 19 Mei
- Karu karom berperan penting dalam pendampingan jemaah
- Materi fokus tugas, kesehatan darurat, dan logistik haji
- Pendataan jemaah lansia dan risiko tinggi terus dilakukan
RRI.CO.ID, Kediri - Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri menggelar pembinaan bagi ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) jelang keberangkatan pada 19 Mei 2026. Kegiatan dilaksanakan di aula kantor Kementrian Agama Kabupaten Kediri diikuti sekitar 147 peserta, yang terdiri dari 108 orang karu dan 39 orang karom, Rabu, 6 Mei 2026.
Bimbingan karu karom juga dihadiri 18 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kelompok Terbang (PPIH Kloter) dan Petugas Haji Daerah (PHD). PPIH Kloter merupakan petugas yang menyertai jemaah haji langsung dari tanah air, selama perjalanan ke Arab Saudi, hingga kembali ke Indonesia.
Kepala Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menjelaskan bimbingan karu karom sangat penting dilakukan. Karena banyak dari ketua regu maupun ketua rombongan belum mengetahui apa saja tugas yang harus dilaksanakan ketika berada di tanah suci.
“Kita berikan panduan dan gambaran, nanti tugas-tugas yang dilaksanakan disana, menggerakkan semua jemaah tanpa ada bantuan ketua regu dan ketua rombongan akan sulit. Maka kita kumpulkan untuk memberikan pembekalan, dan juga terkait penanganan kesehatan yang sifatnya emegency, kepada karu karom yang jemaahnya mengalami kondisi darurat,” ucapnya.
Sementara Ketua Kloter 109 Jemaah Haji Kabupaten Kediri, Sahrul Munir mengatakan ketua regu dan ketua rombongan merupakan ujung tombak jemaah haji pada setiap kloternya. Jelang keberangkatan seluruh ketua kloter , karu dan karom merapatkan barisan dalam menyukseskan pelaksanana haji tahun 2026.
“Kita semuanya merapatkan barisan dalam rangka persiapan mulai dari penataan koper yang sudah dibagikan, dan juga terkait barang yang boleh dibawa maupun yang dilarang. Kita juga sosialisasikan tentang perlengkapan koper sesuai dengan yang ditentukan oleh Kemnhaj, supaya nanti tidak ada kendala ketika pelaksanaan ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan dalam setiap kloter haji Kabupaten Kediri terdapat jemaah lansia dan yang memiliki kesehatan risiko tinggi. Sehingga saat ini tengah dilakukan pendataan terhadap jemaah yang menggunakan kursi roda, jemaah pendamping dan jemaah yang memiliki penyakit risiko tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....