Menjelang Haji 2026, Pesanan Sarung Gohyor Jombang Melonjak

  • 30 Apr 2026 20:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Permintaan sarung gohyor khas Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan menjelang keberangkatan jemaah haji 2026.

Kenaikan permintaan terlihat di sejumlah sentra produksi sarung gohyor di wilayah Jombang, terutama yang masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Sarung gohyor dikenal sebagai produk tradisional dengan tekstur khas dan motif sederhana yang banyak diminati sebagai perlengkapan ibadah.

Salah satu perajin di Jombang, M. Sholeh, mengatakan lonjakan pesanan mulai terasa sejak pertengahan Maret 2026. Dalam kondisi normal, ia hanya mampu memproduksi sekitar 10 hingga 15 lembar sarung per hari. Namun, saat ini produksi meningkat menjadi 25 hingga 35 lembar per hari.

“Pesanan naik drastis karena banyak jemaah haji yang mencari sarung nyaman untuk ibadah. Selain itu, permintaan juga datang dari toko-toko yang menjual perlengkapan haji,” ujarnya.

Sholeh menyebut, saat ini sarung gohyor juga mengalami kenaikan harga. “Ada sedikit penyesuaian karena biaya bahan bakunya sekarang mahal, terutama benang katun yang saat ini naik dari sekitar Rp28.000 menjadi Rp32.000 per kilogram,” katanya.

Menurut Sholeh, meski harga naik, permintaan tidak mengalami penurunan. Justru, banyak pembeli yang memesan dalam jumlah besar untuk dijual kembali maupun dijadikan oleh-oleh bagi keluarga jemaah haji.

“Pembeli tetap banyak meskipun harga naik. Biasanya mereka beli dalam jumlah banyak untuk stok atau dijual lagi,” jelasnya.

Sholeh menyebut, omzet yang didapatkannya pada musim haji tahun ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kalau omzet naiknya 100 persen. Naiknya juga signifikan, lebih banyak pesanan di tahun ini,” ucapnya.

Sholeh menambahkan, untuk memenuhi tingginya permintaan, ia harus menambah jam kerja dan melibatkan anggota keluarga dalam proses produksi. Hal ini dilakukan agar pesanan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kami menambah jam kerja sampai malam. Kalau tidak begitu, pesanan tidak bisa terpenuhi karena untuk tenaga kerja memang kita masih kekurangan,” ujarnya.

Selain pasar lokal Jombang, sarung gohyor juga dikirim ke berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatera, Surabaya, Sidoarjo, hingga Madura.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....