Kemenhaj Imbau Masyarakat Waspadai Oknum Dapat Percepat Pemberangkatan Haji

  • 30 Apr 2026 16:48 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kediri mengimbau kepada masyarakat mewaspadai oknum yang menawarkan bantuan, dapat mempercepat pemberangkatan haji dengan sejumlah biaya. Hal itu disampaikan Kepala Kemenhaj dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Kamis, 30 April 2026.

Ia juga berharap jemaah haji Kabupaten Kediri tetap menjaga kesehatan jelang keberangkatan pada bulan Mei 2026. Karena Haji Kabupaten Kediri berangkat pada gelombang kedua, dimungkinkan jemaah kloter 112 ketika sampai di Makkah akan langsung bergeser ke Arafah, untuk melaksanakan haji ifrad yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

“Saya sampaikan melalui RRI ini bahwa semua jemaah yang berangkat tidak ada yang dilakukan secara sembunyi atau memakai finansial, semuanya terkendali. Jemaah yang masih dalam masa tunda kita akan pantau dan seandainya mereka masuk itu bukan karena apa-apa, karena memang sistem yang harus memberangkatkan mereka, jadi hati-hati kepada siapapun pada yang menawarkan bisa memberangkatkan jemaah haji lebih cepat,” ujarnya.

Sementara Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, Kemenhaj Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, mengatakan jelang keberangkatan jemaah haji diharapkan tidak melakukan aktifitas yang menguras tenaga. Seperti melaksanakan selamatan tasyakuran haji secara berlebihan yang dimungkinkan dapat mengakibatkan kecapean, sehingga mengganggu kesehatan.

“Himbauan kepada jemaah jaga kesehatan, itu yang paling utama dan banyak terlalu kegiatan seperti mohon maaf selamatan atau terima tamu yang menguras tenaga. Orang Jawa itu kalau mau berangkat haji biasanya ada hormat haji, ya boleh tapi jangan sampai mengurangi istirahat, nah ketika sampai asrama haji tensinya jadi naik dan sebagainya,” ucapnya.

Kemenhaj Kabupaten Kediri telah melakukan koordinasi melalui surat kepada asrama haji ( PPIH) Embarkasi Surabaya untuk dilakukan pemberangkatan sebanyak dua trip. Yaitu trip yang pertama untuk jemaah haji kloter 109, dan trip kedua yang berangkat bersama-sama yaitu jemaah kloter 110 dan 111.

Sedangkan untuk jemaah haji kloter 112 tetap berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan dari Embarkasi Surabaya. “Seluruh jemaah haji juga mendapatkan bingkisan dari Pemkab Kediri, berupa makanan khas Kediri seperti sambal pecel dan sambel tumpeng instan, untuk mengobati rasa rindu akan kampung halaman ketika di tanah suci,” kata Abdul Kholiq.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....