Kunjungi Jemaah Haji Tertua se-Indonesia, Bupati Kediri Beri Kursi Roda
- 29 Apr 2026 17:53 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kunjungi CJH Tertua se-Indonesia, Bupati Kediri Beri Kursi Roda
- Bantuan kursi roda itu diserahkan oleh Mas Dhito dengan mendatangi langsung Mbah Marsiyah di rumahnya Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri
- Berkat kesabaran dan keteguhan dalam menabung sebagai hasil menjual bubur, Mbah Marsiyah akhirnya bisa berangkat berhaji tahun 2026
RRI.CO.ID, Kediri - Pada kunjungan ke kediaman Jemaah Haji (JH) tertua di Kabupaten Kediri, Mbah Marsiyah tampak Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan bantuan kursi roda. Mbah Marsiyah, Jemaah Haji yang disebut tertua se-Indonesia dengan usia 105 tahun.
Bantuan kursi roda itu diserahkan oleh Mas Dhito dengan mendatangi langsung Mbah Marsiyah di rumahnya Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu, 29 April 2026. "Hari ini saya mengunjungi Mbah Marsiyah, jamaah (CJH) tertua dari Kabupaten Kediri, yang dibutuhkan hanya kursi roda," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau akrab dipanggil Mas Dhito.
Mas Dhito menjelaskan, fisik Mbah Marsiyah dalam kondisi baik. Bahkan, menurutnya di usia yang lebih dari satu abad, kemampuan kognitif Mbah Marsiyah dalam kondisi istimewa.
Menurut Mas Dhito, para jamaah lansia termasuk Mbah Marsiyah akan diperhatikan secara khusus oleh para petugas pendamping haji daerah. Tahun ini, ada sekitar 6 petugas pendamping haji daerah yang akan bertugas mendampingi lebih dari 1.000 Jemaah Haji.
"Jemaah yang lanjut usia menjadi fokus kita," kata Mas Dhito.
Pada kesempatan ini, usai menyerahkan bantuan kursi roda dan mengobrol langsung dengan Mbah Marsiyah serta keluarga, Mas Dhito menitipkan doa supaya Kabupaten Kediri terus menjadi daerah yang guyub rukun serta kondusif.
"Tadi saya nitip doa kepada Mbah Marsiyah, juga saya dibekali jeruk biar dapat barokahnya (Mbah Marsiyah)," kata Mas Dhito.
Dalam pertemuan ini, Mbah Marsiyah sendiri mengaku telah puluhan tahun mempunyai keinginan untuk berangkat haji. Bahkan untuk biaya haji, dia menabung dari hasil berjualan bubur.
Meski pada 2014 lapak jualannya bubur terkena dampak pasir letusan Gunung Kelud hingga terpaksa tutup, Mbah Marsiyah tetap berusaha menyisihkan uang demi bisa berangkat haji.
"Kawit sadean niko pingin minggah haji (sejak jualan dulu sudah ingin naik haji)," katanya.
Berkat kesabaran dan keteguhan dalam menabung, Mbah Marsiyah akhirnya bisa berangkat berhaji tahun 2026 ini. Dia pun bahagia mendapatkan kursi roda dari bupati dan diharapkan bisa memperlancar mobilitas ibadahnya.
"Nggih remen (senang)," kata Mbah Marsiyah.
Lebih lanjut, dengan kondisi ini Mbah Marsiyah mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji di tanah suci. Apalagi, pihaknya akan didampingi anak keduanya, Muidah (63) untuk menunaikan rukun islam kelima tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....