Kemenag Matangkan CJH Waiting List Hadapi Regulasi Baru

  • 29 Jul 2025 09:12 WIB
  •  Kediri

KBRN, Jombang: Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang terus mematangkan kesiapan calon jamaah haji (CJH) yang masih berada dalam daftar tunggu atau waiting list tahun 2026, sebagai bentuk antisipasi menghadapi perubahan regulasi baru dari Pemerintah Arab Saudi.

Melalui program Bimbingan Manasik Haji dalam Waiting List (Bimawali), para jamaah dibekali pemahaman ibadah sekaligus kesiapan mental untuk melaksanakan haji secara mandiri.

Kepala Kemenag Jombang, Muhajir, menyatakan bahwa Bimawali bukan sekadar pembinaan rutin, tetapi menjadi strategi menghadapi tantangan pelaksanaan haji yang kini kian kompleks.

“Agenda Bimawali ini kami selenggarakan dengan harapan agar jamaah haji Jombang benar-benar memahami dan menguasai manasik. Seandainya nanti dalam pelaksanaan ibadah tidak ada petugas kloter yang mendampingi, jamaah tetap bisa melaksanakan umrah maupun ibadah lainnya secara mandiri,” terangnya, Selasa (29/7/2025).

Muhajir menjelaskan bahwa kebijakan baru dari otoritas Arab Saudi, yang mulai 2025 menerapkan sistem kafilah saat puncak ibadah haji (Armuzna), membuat petugas kloter asal Indonesia tidak selalu bisa mendampingi jamaah secara langsung. Hal ini membuat kemandirian jamaah menjadi hal yang mutlak.

“Ketika sistem taklimatul haj diterapkan dan kelompok kafilah dibentuk, tidak semua petugas kloter bisa tetap bersama jamaahnya. Ini terjadi tahun ini, saat ketua kloter dan tim pembimbing tidak bisa mendampingi karena sudah tergabung dalam formasi kafilah tersendiri yang ditetapkan otoritas Saudi,” ujarnya.

Situasi tersebut dinilai bisa menimbulkan kepanikan jika jamaah tidak disiapkan lebih awal. Karena itu, Bimawali hadir sebagai sarana pembekalan menyeluruh.

“Jangan sampai jamaah seperti ayam kehilangan induk saat harus mandiri di lapangan,” tegas Muhajir.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk membentuk kelompok haji mandiri yang terpisah, tetapi untuk memperkuat kesiapan jamaah secara utuh.

“Kami tidak sedang membuat kelompok bimbingan haji mandiri, namun menyiapkan mental dan pengetahuan jamaah agar bisa beribadah secara mandiri, bahkan bila ingin melaksanakan umrah sunah beberapa kali pun, mereka sudah siap dan paham ilmunya,” katanya.

Melalui pendekatan ini, Kemenag Jombang berharap seluruh jamaah mampu menjalankan ibadah haji secara tertib, mandiri, dan meraih predikat mabrur.

“Semua ini adalah bagian dari ikhtiar kami agar jamaah haji Jombang senantiasa siap secara lahir dan batin. Semoga mereka menjadi haji yang mandiri, kuat, dan mabrur. Aamiin ya rabbal ‘alamin,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....