Vandalisme Coreng Situs Mbah Gleyor, Pesan Penting Jaga Warisan Sejarah Kediri
- 03 Agt 2026 20:51 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Coretan cat hijau mencoreng pedati di Situs Cagar Budaya Mbah Gleyor, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Coretan cat hijau mencoreng pedati di Situs Cagar Budaya Mbah Gleyor, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Aksi vandalisme ini menjadi tamparan bagi upaya pelestarian warisan sejarah di Kota Tahu.
Kapolres Kediri AKBP M. Wahyudin Latif, melalui Kapolsek Kandat Iptu Abdul Azis, menyebut pelaku telah teridentifikasi. Ia berinisial D, 45 tahun, warga Desa Sumberejo dan mengalami gangguan jiwa ODGJ.
"Tidak hanya pedati di Situs Mbah Gleyor. Coretan serupa juga kami temukan di keranda jenazah pemakaman umum Desa Kandat dan patung arca di makam keluarga Bani Sores," kata Iptu Azis, Senin, 3 Agustus 2026.
Dari keterangan para saksi termasuk juru kunci, imbuhnya, petugas menyimpulkan seluruh aksi dilakukan oleh orang yang sama. Setelah didalami, D diketahui mengalami gangguan jiwa sehingga tidak dapat diproses hukum seperti perkara pidana biasa.
Pelaku diamankan pada Minggu, 2 Agustus 2026 saat kembali ke area pemakaman. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, pelaku D kemudian dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mendapat penanganan.
"Penanganan kami kedepankan aspek kemanusiaan melalui rehabilitasi. Tapi kepastian hukum kepada pelapor tetap kami berikan," ujar Iptu Azis.
Penyelidikan mengungkap faktor lain yang mempermudah aksi ini. Kawasan situs belum dilengkapi gembok maupun CCTV. Cat hijau yang dipakai pelaku diduga sisa pengecatan musala di sekitar lokasi.
Melihat kondisi itu, Polres Kediri langsung berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Langkah awal yang dilakukan adalah membersihkan coretan agar warna asli pedati kembali dan memasang pengaman berupa gembok serta CCTV.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika menegaskan, situs cagar budaya adalah tanggung jawab bersama. Jika tidak dijaga, generasi mendatang hanya akan mengenal sejarah dari buku.
"Situs Mbah Gleyor ini saksi sejarah Kediri. Merusaknya sama dengan menghapus identitas kita. Kami mengajak warga ikut mengawasi dan melapor jika ada yang mencurigakan," kata Mustika.
Mustika menyebutkan, para juru kunci yang selama ini merawat situs juga mengaku prihatin. Bagi mereka, pedati dan arca bukan sekadar benda, tapi peninggalan leluhur yang punya nilai spiritual dan sejarah.
"Kasus ini jadi penting, karena pelestarian cagar budaya tidak cukup diserahkan ke pemerintah," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan kepedulian masyarakat, sistem pengamanan yang layak, dan edukasi agar warisan sejarah Kediri tidak kembali menjadi korban vandalisme.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....