Petugas Bubarkan Sahur On The Road di Desa Datengan Kediri
- 21 Feb 2026 09:16 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Petugas Polres Kediri Kota membubarkan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) di Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Penindakan ini sebagai bagian dari tindak lanjut aduan masyarakat tentang SOTR di wilayah tersebut.
"Kami menerima laporan masyarakat, bahwa di Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ada sekelompok pemuda yang menggunakan sound system besar, pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB," kata Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, melalui Kasat Samapta AKP Priyo Hadistyo, dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dengan aduan tersebut Satuan Samapta Polres Kediri Kota Polda Jatim menggelar patroli rutin dan akan di gelar selama Ramadan untuk mencegah kegiatan Sahur on the Road (SOTR) dan tawuran di wilayah Kota kediri dan sekitarnya. "Kegiatan ini digelar untuk menjaga suasana Kamtibmas tetap tenang dan kondusif selama Bulan Suci Ramadan," katanya.
Menurutnya, saat ini remaja seringkali menyalahgunakan kegiatan SOTR sebagai ajang konvoi ugal-ugalan dengan knalpot bising. Hal itu tentunya berpotensi memicu tawuran antar kelompok yang meresahkan warga.
"Polres Kediri Kota secara resmi melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Larangan ini untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan meminimalisasi aksi kriminalitas di Kota Kediri," katanya.
Ia menilai, larangan SOTR ini karena bisa memicu keributan antar kelompok ketika di jalan dan lainnya. Apabila masih ada yang melangsungkan SOTR, baik menggunakan kendaraan pick up dan gerobak ditarik pakai sepeda motor, maka polisi akan melakukan penindakan sesuai aturan yang ada.
"Kami akan mengerahkan tim dari Unit Raimas dan unit Backbone Samapta untuk patroli SOTR setiap hari," ucapnya.
Selain itu, ia mengemukakan, personel di lapangan juga sudah melaksanakan edukasi serta mengimbau warga untuk tidak melaksanakan giat SOTR menggunakan sound system yang besar. Hal ini karena suaranya yang keras menimbulkan ketidak nyamanan bagi warga sekitar dan untuk para warga yang ikut keliling SOTR juga di imbau agar segera kembali ke rumah masing-masing.
"Untuk lokasi yang rawan pasti sudah kami petakan dan kita akan rutin menggelar patroli di area tersebut," katanya.
AKP Priyo juga mengatakan, bahwa tim melakukan patroli di lokasi yang berbeda-beda, hal ini guna untuk memastikan seluruh titik rawan bisa terjangkau oleh tim di lapangan. Dengan begitu, situasi keamanan selama Ramadan tetap terjaga.
"Patroli dilakukan secara acak dan dinamis. Tim berpindah-pindah, setiap pelanggaran akan kami tindak secara tegas namun tetap humanis," kata Priyo.
Kasat Samapta AKP Priyo juga mengimbau agar masyarakat, terutama generasi muda, mengisi waktu sahur dengan kegiatan positif di lingkungan masing-masing tanpa harus turun ke jalan secara berkelompok.
"Tidak perlu melakukan aksi turun ke jalan. Lebih baik melaksanakan sahur di rumah atau masjid di lingkungan sendiri agar situasi tetap kondusif," katanya.