PHRI Kediri Sesalkan Insiden Mutilasi di Hotel Kediri

  • 27 Jan 2025 16:49 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Perhimpunan Hotel, dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri menyesalkan adanya insiden pembunuhan dan mutilasi yang terjadi di Kota Kediri. Hal ini diungkapkan Ketua PHRI Kediri, Sri Rahayu, saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2025).

Ia menyatakan, bahwa setiap anggota PHRI, harus selalu selektif dalam menerima tamu check in. Apalagi memang, keberadaan hotel yang sifatnya umum.

"Hotel itu bergerak di bidang jasa, sehingga wajib mengutamakan pelayanan yang baik bagi pengunjung. Namun, mereka tetap harus selektif saat menerima tamu yang check in, itu penting sekali," katanya.

Sebelumnya, Lilin Sulistiowati, salah satu penjual makanan di samping hotel Adisurya, Kota Kediri, mengatakan, bahwa kasus pembunuhan dan mutilasi di Hotel Adisurya Kediri, sempat meresahkan masyarakat. Bahkan ia kaget, jika ternyata si korban Uswatun Khasanah, pernah memesan nasi Soto di warungnya.

"Kalau tidak salah, korban pernah beli nasi Soto di warung saya dua kali, yakni pagi dan siang atau sore begitu. Mbaknya ini pendiam, pakai masker, dan waktu beli nasi Sotonya itu dibungkus, serta sempat pinjam sendok dan piring," ujarnya.

Diketahui, kasus pembunuhan dan mutilasi koper merah ini bermula dari temuan bagian tubuh korban Uswatun Khasanah (30), yang disebar oleh pelaku, di sejumlah daerah, mulai dari Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek, sedangkan TKP pembunuhan ini, ternyata di Kota Kediri.

Saat ini, petugas berwajib telah berhasil menangkap pelaku berinisial A (32) di Madiun, yang diduga adalah suami siri korban.bAkibat perbuatannya, pelaku asal Kabupaten Tulungagung ini, dijerat pasal berlapis atas dugaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP Subsider 338 KUHP, Subsider 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....