Anak Perempuan Cenderung Suka Dandan, Berikut Alasannya
- 31 Agt 2026 20:18 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Anak perempuan suka dandan adalah hal yang lumrah terjadi. Ia mudah meniru sekitar terlebih orang terdekatnya yaitu ibu. Di sisi lain pengaruh media, apa yang ia lihat dan tonton juga membuat anak ingin mencoba hal yang sama dan mengeksplorasi diri. Namun, orang tua juga perlu menyiapkan 'bekal', termasuk ekspektasi, menetapkan batasan, dan memahami dampak psikologis dan kesehatan terhadap anak.
Mungkin saat ini anak perempuan anda sudah mulai mengenal apa itu lipstik, bedak, kaca, dan lain sebagainya. Mulai suka memoles wajah dengan riasan yang memukau. Mengutip dari Parapuan, ketertarikan anak terhadap makeup sering kali muncul sejak usia prasekolah. Pada tahap ini, anak-anak sedang berada dalam fase meniru orang dewasa dan bereksperimen melalui permainan peran.
Meski was- was apakah bahan yang terkandung dalam riasan aman untuk anak-anak atau usia berapa yang seharusnya diperbolehkan menggunakan make up ? Menurut Clevendland Clinic, tidak ada batas usia yang bisa disebut sebagai waktu yang tepat bagi anak untuk mulai menggunakan makeup.
Pada balita, ketertarikan anak terhadap makeup biasanya lebih berkaitan dengan rasa ingin tahu dan bermain imajinatif daripada keinginan untuk mengubah penampilan. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami alasan di balik minat anak berdandan sebelum langsung mengizinkan atau melarang. Sebaliknya, orang tua bisa menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk berdialog.
Jika orangtua memutuskan untuk mengizinkan anak mencoba makeup dalam situasi tertentu, keamanan produk harus menjadi prioritas utama. Orang tua bisa membelikan seperangkat alat riasan khusus anak, namun tetap dengan memperhatikan komposisi kandungan bahan di dalamnya terutama jika anak mengalami alergi bahan tertentu. Hal ini akan berdampak pada kesehatan anak.
Beberapa kandungan aktif yang umum ditemukan pada produk kecantikan orang dewasa, seperti retinol, asam salisilat, dan asam glikolat, berpotensi mengiritasi kulit anak. Produk berbahan dasar minyak juga bisa menyumbat pori-pori dan memicu masalah kulit. Untuk itulah orang tua bisa memilih secara teliti bagaimana jika kulit si anak sensitif, produk apa yang cocok di usianya, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya
Orang tua wajib paham, make up sebaiknya dipandang sebagai sarana berekspresi atau bermain, bukan sebagai alat untuk menutupi kekurangan diri. Orangtua perlu berhati-hati agar penggunaan kosmetik tidak membuat anak merasa harus tampil sempurna agar diterima orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....