Kluwak, Asal Usul Istilah 'Mabuk Kepayang'
- 31 Agt 2026 09:00 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Tahukah anda bahwa ternyata istilah 'Mabuk Kepayang' berasal dari buah Kluwak. Ya, kluwak yang biasa digunakan sebagai pewarna alami untuk masakan rawon. Menurut Good News from Indonesia, kluwak memiliki nama asli Pangi. Nama ilmiahnya Pangium Edule. Lantas nama lokal yang dikenal masyarakat menjadi kepayang, kepahiyang, kluwek, kelua, dan pucung.
Daging biji buah kluwak memabukkan karena mengandung asam sianida dengan kadar yang cukup tinggi. Hal ini lah yang kemudian membuat istilah Mabuk Kepayang kerap kita dengar dari banyak orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Mabuk Kepayang berarti Tergila-gila karema cinta. Buah kluwak/kepayang jika di konsumsi berlebihan akan menyebabkan pusing/mabuk.
Selain itu, buah kluwak juga beracun, namun ia masih bisa dimanfaatkan untuk olahan makanan. Untuk bisa dikonsumsi, kluwek harus melalui proses fermentasi, dan perendaman guna menghilangkan zat berbahaya yang ada di biji mentahnya. Pohon kluwak dikenal sebagai pohon serba guna, karena hampir semua bagian tumbuhan ini bisa dimanfaatkan, mulai dari daun, buah, biji, batang, hingga kulit kayunya. Melansor dari Halosehat, kluwak juga mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh.
Nutrisi yang terkandung dalam kluwak di antaranya zat besi, vitamin C, vitamin B1, fosfor, kalium dan kalsium. Setiap 100 gram kluwek matang mengandung 197 kalori dan berbagai nutrisi yaitu 3,5 gram protein, 16 gram lemak. 11 gram karbohidrat, 2,6 gram serat, 57 mg kalsium, 189 mg fosfor, 1,5 mg zat besi, 8 mg vitamin C 60 mg magnesium, dan 465 mg kalium.
Proses tradisional detoksifikasi alami kluwak, dimulai dengan merebus bijinya, kemudian menguburnya di dalam tanah selama 40 hari hingga beberapa bulan. Selama proses fermentasi anaerob, asam hidrosianida akan terurai dan menguap, sehingga biji berubah warna menjadi hitam dan aman dimakan. Sebelum digunakan untuk masak, pastikan memilih kluwek yang bijinya terasa berat, tidak berbau busuk, dan saat dibuka isinya berwarna hitam pekat dan tidak kering.
Selain untuk bumbu masakan, kluwak memiliki manfaat lain, yaitu untuk bahan pengawet ikan, Kluwek lebih efektif dan ekonomis digunakan sebagai pengawet ketimbang menggunakan formalin. Hal ini dipengaruhi oleh asam sianida pada kluwek. Asam sianida dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan dan daging sehingga bisa tetap segar dalam waktu yang lama.
Daun maupun getah daun kluwak ternyata bisa digunakan sebagai obat cacing, penawar keracunan makanan, hingga membersihkan luka bakar. Kluwek memiliki sifat antiseptik dan disinfektan yang ampuh mengobati luka bakar. Kluwek juga mengandung tanin, zat bersifat antimikroba yang dapat membantu mengatasi cacing kremi yang bersarang di sistem pencernaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....