Makna Psikologis Dibalik Rambut Ikal
- 23 Agt 2026 22:47 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Banyak orang memiliki rambut bergelombang atau ikal. Nah, ternyata dibalik model rambut tersebut, ada makna psikologis di dalamnya. Menurut Bomme Hair, rambut ikal memiliki aspek psikologis yakni bersifat teguh, jujur, dan apa adanya. Bentuknya yang dinamis juga menciptakan kesan energik, mudah memiliki teman, dan ramah kepada semua orang.
Rambut ikal bukan sekedar gaya. Rambut ikal memiliki ikatan erat dengan persepsi diri, idnetitas budaya, dan kesehatan mental. Bahkan gerakan 'Love Your Curl' menjadi salah satu bentuk dukungan bagi orang-orang berambut ikal. Gerakan ini lantas dianggap membantu mengurangi tekanan atas standar kecantikan sutau bangsa atau negara.
Secara ilmiah, menurut American Academy of Dermatology, rambut ikal terbentuk karena bentuk volikel rambut yang oval, dan distribusi keratin pada rambut yang tidak merata. Seseorang yang memiliki rambut ikal, juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan tidak mudah goyah. Muncul rada bahwa ia tidka perlua sama dengan orang lain karena setiap orang terlahir dengan sifatnya yang unik.
Perawatan rambut ikal dapat dilakukan menyesuaikan kebutuhan Individu, mulai dari keramas, penggunaan kondisioner pasca keramas, dan styling sesuai keperluan. Rambut ikal memiliki tiga jenis yaitu Wavy (bergelombang berbentuk gelombang atau S), Curly (berbentuk spiral jelas dari akar sampai ujung) dan Coily (keriting sangat rapat atau kribo).
Meski perawatannya sulit, banyak orang tetap mempertahankan bentuknya. Dari yang dulu "susah diatur", sekarang menjadi simbol autentifikasi dan keberanian. Jurnal Psychology of Women Quarterly, mencatat di beberapa negara rambut ikal masih mengalami tantangan bias di tempat kerja atau sekolah bahkan diruang publik lainya. Tapi gerakan "natural hair" terbukti meningkatkan self-esteem, dan rasa memiliki.
Mengutip dari Natur All, fakta menarik dari rambut ikal bermula dari ribuan tahun lalu sebagai bentuk evolusi biologis pada manusia purba untuk melindungi kepala dari panas matahari. Bentuk folikel rambut yang oval atau pipih membuat rambut menjadi tumbuh melengkung. Pada masa Yunani dan Fomawi Kuno, patung dewa dan bangsawan sering diukir berambut ikal rapat atau keriting sebagai simbol status dan keilahian. Abad pertengahan ke-15 di Eropa, rambut ikal diasosiasikan dengan kaum kaya dan makmur.
Lantas bagaimana dengan unsur genetiknya pada manusia? Genetika adalah faktor dominan yang menentukan bentuk folikel rambut. Jika anggota keluarga memiliki rambut keriting, kemungkinan besar seseorang juga akan memiliki tekstur rambut yang hampir sama atau serupa. Gen-gen tertentu mengatur bagaimana folikel rambut terbentuk dan berkembang, menjadikan genetik sebagai penentu utama kenapa rambut bisa keriting atau ikal. Sepanjang sejarah, tampilan ikal mengalami pergeseran makna sosial, politik, dan kecantikan di berbagai peradaban di belahan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....