Helicopter Parenting, ketika Orang Tua Mengatur Segala Urusan Anak

  • 30 Jul 2026 21:41 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Pernah kah anda melihat orang tua yang ikut campur dan mengatur segala hal tentang anaknya ? Mulai dari urusan sekolah, lingkungan bermain, atau hal-hal kecil yang harusnya dapat di handle sendiri oleh anak. Orang tua yang bertindak seperti ini biasanya terlalu khawatir anaknya tidak bisa mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya. Alhasil segalanya di kontrol melalui tangan orang tua.

Pola asuh ini disebut Helicopter Parenting. Orang tua menginginkan semua hal tentang anak ada dalam pengawasan dan keputusan mereka. Dampaknya adalah anak tidak mendapatkan kepercayaan untuk memilih, mengambil keputusan, dan bertanggungjawab atas pilihannya. Lebih dari itu, jika orang tua terlalu over atau berlebihan menerapkan helicopter parenting, akan berdampak serius bagi perkembangan anak.

Mengutip dari International School Parent, helicopter parenting didefinisikan juga sebagai pola asuh orang tua yang seolah terus “mengitari” anak seperti helikopter dan selalu siap turun tangan saat masalah muncul. Orang tua menjadi sulit memberi ruang bagi anak untuk mencoba, membuat keputusan sendiri, bahkan belajar dari kesalahan yang sebenarnya penting dalam proses tumbuh dewasa.

Anak yang sejak kecil selalu diarahkan orang tua dalam setiap situasi biasanya tumbuh menjadi anak dengan kemampuan mengambil keputusan yang kurang terasah. Mulai dari keputusan sederhana sampai hal-hal penting, anak terbiasa menunggu arahan dari orang lain.

Pada Journal of Child and Family (2023), disebutkan orang tua yang menerapkan pola asuh helicopter parenting akan membuat anak menjadi lebih pesimis, punya tingkat kecemasan tinggi, mudah depresi, dan sangat perfeksionis.

Buku Parents & Teenagers karya psikolog Haim Ginott pada 1969, memaparkan, keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak memang penting. Tapi keterlibatan itu ada batasnya. Emily Guarnotta, psikolog dari Amerika Serikat juga mengatakan pola pengasuhan helicopter parenting melebihi batas yang sesuai dengan usia anak.

Para psikolog meyakini hampir semua orang tua di satu titik pernah melakukan praktik pola asuh model helicopter parenting. Namun, sebagai gaya pengasuhan anak yang utama, helicopter parenting tidak disarankan, karena pendekatan yang digunakan tidak efektif dan berdampak buruk pada anak.

Dalam jangka panjang, kondisi pola asuh helicopter parenting ini dapat memunculkan rasaentitlement pada anak, yaitu keyakinan bahwa orang lain akan selalu hadir menyelesaikan masalahnya. Akibatnya, anak jadi kurang terbiasa bekerja keras untuk mencapai sesuatu secara mandiri.

Sebagai orang tua yang ingin memberikan perhatian penuh kepada snag buah hati, penting dipahami bahwa mendampingi anak tidak selalu berarti harus ikut campur dalam semua hal yang mereka lakukan setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....