Lipstik Merah, Simbol Fenimisne dan Keberanian

  • 28 Jun 2026 13:36 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Sebatang lipstik merah lebih sekedar kosmetik atau polesan riasan bibir. Selama ratusan tahun, lipstik merah telah melewati banyak distorsi makna dan fungsi utama. Lipstik merah kini identik sebagai identitas yang tidak terlepas dari individu yang disebut wanita.

Ia memiliki makna mendalam sebagai simbol feminisme dan keberanian. Bahkan awal kemunculannya pernah dipandang sebagai simbol seks, dunia malam, dan status kelas sosial. Mengutip dari Her World, lipstik merah sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu, tepatnya di zaman Mesopotamia Kuno.

Ratu Puabi menggunakan lipstik merah dari campuran timbal putih dan batu merah yang dihancurkan untuk melambangkan status kekuasaan. Lipstik merah juga digunakan pada Zamaan Keemasan Islam yang terbuat dari red algae dan sisik ikan. Tren ini berlanjut hingga ke Mesir kuno.

Selama perkembangan peradaban tersebut, lipstik merah dianggap sebagai bentuk statement kuat bagi siapapun yang memutuskan untuk memakainya. Dahulu, cara pembuatan dan bahan lipstik merah pun berbeda-beda tergantung dengan suatu budaya atau wilayah tertentu. Berkat perbedaan ini, terdapat banyak shade warna lipstik merah yang ditemukan.

Meski lipstik merah dianggap sebagai simbol aristrokasi di Mesir kuno, ada pula masa dimana lipstik merah dianggap sebagai hal yang tabu dan berbahaya, seperti Yunani Kuno. Pada masa tersebut, bibir merah dikaitkan dengan pekerja seks, di mana mereka 'dipaksa' untuk menggunakan pewarna bibir dan riasan yang mencolok di depan umum atau ketika mereka berpura-pura sebagai wanita 'berkelas'.

Kepopuleran lipstik merah kembali meningkat pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I (1558-1603). Sang Ratu dikenal dengan penampilan wajah ikoniknya yang bewarna putih dari face paint. bernama Venetian Ceruse, dilengkapi dengan lipstik bewarna merah tua yang terbuat dari cochineal, gom arab, putih telur, dan susu ara.

Dilansir dari National Geographic, lipstik merah juga memiliki makna baru selama gerakan hak pilih perempuan tahun 1920-an, yang melambangkan perjuangan hak-hak perempuan. Pengusaha kecantikan Elizabeth Arden menginspirasi wanita untuk mengenakan lipstik merah sebagai lambang keberanian.

Ia membagikan lipstik kepada para pejuang hak pilih perempuan. Selama beberapa dekade berikutnya, lipstik merah menjadi semakin dikenal dan populer. Menjelang Perang Dunia II, lipstik merah berevolusi dari simbol pemberontakan menjadi simbol wanita dan ketahanan patriotik.

Memasuki Era Keemasan Hollywood, lipstik merah, mulai dikenakan oleh aktris-aktris terkenal seperti Clara dan Marilyn Monroe. Hingga saat ini, lipstik merah tetap klasik dan ikonik digunakan oleh banyak artis ternama di berbagai penjuru dunia bahkan siapapun dapat membelinya, mendapatkannya, dan memakainya kapan saja. Bagi para pecinta kecantikan, lipstik merah juga menjadi jalur instan untuk tampil mewah dan elegan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....