'Kabut Berduri', Eksplorasi Perbatasan Melalui Perjalanan Sang Detektif
- 21 Agt 2024 21:00 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: ‘Kabut Berduri’ merupakan film Indonesia terbaru yang telah dimulai penayangan perdananya pada Kamis (1/8/2024) dan langsung menuai perhatian publik. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat film ini belatar belakang cerita yang mengeksplorasi wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia, dimana penonton seakan ikut dalam perjalanan penuh konflik sang detektif perempuan, Sanja, dengan misinya mengungkap kasus pembunuhan berantai.
Kehadiran film ‘Kabut Berduri’ langsung berhasil memikat melalui keterlibatan aktris ternama dengan segudang prestasi, Putri Marino, yang kali ini berperan sebagai Sanja, seorang detektif perempuan dari Jakarta yang ditugaskan untuk menyelidiki serangkaian kasus pembunuhan misterius di wilayah perbatasan.
Luar biasanya, Film ‘Kabut Berduri’ turut menorehkan prestasi secara langsung di hari keempat penayangannya. Bagaimana tidak? film bergenre crime thriller ini telah ditonton hampir empat juta kali dan berhasil mencapai posisi Top 10 Global Netflix Film di 25 negara, seperti Prancis, Argentina, Brazil, Malaysia, dan menduduki posisi pertama di Indonesia.
Dengan disutradarai oleh Edwin serta diproduksi bersama Palari Films, ‘Kabut Berduri’ telah resmi rilis secara digital dan banyak ditonton oleh para pecinta film yang mengisahkan perjalanan seorang detektif. Selain Putri Marino, kesuksesan ‘Kabut Berduri’ turut didukung oleh keterlibatan sejumlah aktor dan aktris senior lainnya seperti Yoga Pratama, Lukman Sardi, Yudi Ahmad Tajudin, Yusuf Mahardika, Ledil Dzuhri Alaudin, Kiki Narendra, Siti Fauziah, dan Sita Nursanti.
Film ‘Kabut Berduri’ berkisah tentang perjalanan menegangkan penuh konflik mengerikan yang harus dihadapi oleh Ipda Sanja (Putri Marino), Thomas (Yoga Pratama), dan sang atasan, Panca (Lukman Sardi). Sepanjang cerita, penonton akan larut dalam emosi karena harus berspekulasi siapakah dalang utama dibalik pembunuhan berantai yang seakan tak berkesudahan.
Konflik semakin meruncing manakala Sanja berhasil menguak siapa pelaku sebenarnya, namun tidak lama kemudian sang pelaku justru kembali berakhir sebagai korban pembantaian yang sama. Belum lagi masa lalu kelam Sanja yang terus membayangi, turut menghadirkan konflik batin dramatis, dimana ia dipaksa memilih untuk tetap melanjutkan proses penyelidikannya ataukah berhenti dan kembali ke kotanya.
RRI Kediri berkesempatan mewawancarai Rizky Amelia (30), warga Kota Surabaya yang berkesempatan nonton bareng rekan-rekan kerjanya di Kediri. Ia sebenarnya kurang menyukai film-film dengan adegan pembunuhan sadis, namun kehadiran Putri Marino yang sangat ia idolakan, melahirkan niat tersendiri untuk mengikuti kisah ‘Kabut Berduri’ hingga usai.
“ Seperti sebelum-sebelumnya, Putri Marino ngga pernah gagal bikin film jadi keren. Bedanya di ‘Kabut Berduri’ dia tampil lebih tomboy dengan rambut cepak menyerupai style laki-laki. Totalitasnya ngga kaleng-kaleng. Filmnya juga bagus banget. Akhir ceritanya juga dibuat open ending, khas sineas yang pengen bikin para penontonnya cerdas, “ kata perempuan yang berprofesi sebagai tenaga administrasi ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....