Nussa, Animasi Sebagai Tontonan dan Tuntunan Berpendidikan Karakter
- 08 Jul 2024 09:38 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: ‘Nussa’ merupakan sebuah film animasi karya anak bangsa yang dalam setiap serinya selalu menyuguhkan tontonan menghibur sekaligus tuntunan mengedukasi. Bagaimana tidak? Dibalik alur cerita yang dihadirkan melalui kisah Nussa, bocah laki-laki umur sembilan tahun yang terlahir dengan kondisi fisik berbeda namun memiliki banyak kelebihan yang sangat menginspirasi, selalu ada muatan moral value yang merujuk pada pendidikan karakter.
Industri film animasi di Indonesia kembali lagi memiliki warna baru dengan kehadiran film serial produksi studio animasi Little Giantz dan 4Stripe Productions berjudul ‘Nussa’. Sebelum akhirnya dilirik oleh industri pertelevisian baik di Indonesia maupun Malaysia, ‘Nussa’ muncul pertama kali melalui platform YouTube Channel bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah pada 20 November 2018.
Nussa dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki difabel periang dengan jiwa sosial dan motivasi tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, Nussa tidak pernah merasa minder atau tidak percaya diri manakala harus berinteraksi dengan teman-teman sebayanya yang memiliki kondisi fisik normal.
Kehadiran Nussa kerapkali dirindukan bahkan dibutuhkan karena kecerdasan dan ketangkasan yang dimiliki. Edukasi nilai-nilai karakter seperti adab dan etika yang selalu diajarkan oleh kedua orang tuanya, menjadikan Nussa tumbuh menjadi anak yang dicintai banyak orang.
Nussa memiliki dua cita-cita mulia yakni menjadi seorang astronot sekaligus hafiz (penghafal) Al-Qur’an. Meskipun ia harus memakai kaki palsu untuk menggantikan fungsi gerak kaki kirinya, semangat Nussa dalam mewujudkan cita-citanya terus berkobar dengan support yang selalu diberikan oleh sang Ayah, Ibunda yang dipanggil Umma, dan Rarra adik perempuan Nussa yang berusia lima tahun.
Awal pembuatan serial animasi ‘Nussa’ terinspirasi dari adanya krisis tayangan edukasi sekaligus dakwah Islam khusus untuk anak-anak ditengah digitalisasi modern di Indonesia. Empat serial ‘Nussa’ yang sempat memperoleh banyak atensi publik pada saat pertama kali kemunculannya pada November 2018 adalah ‘Nussa: Tidur Sendiri Gak Takut’, Nussa: Makan Jangan Asal Makan, Nussa: Adab Tidur, dan Nussa: Dahsyatnya Basmalah’.
Respon penonton pun diluar ekspektasi dan ‘Nussa’ pun banjir komentar positif. Hal ini dibuktikan dengan beberapa jam setelah melalui proses pengunggahan, viewer yang diperoleh sudah mencapai 450.000 lebih. Hal ini didukung dengan penampilan kedua tokoh kakak beradik Nussa dan Rarra yang divisualisasikan dalam fisik mungil dan menggemaskan.
RRI Kediri berkesempatan mewawancarai Pamela Damayanti (37), Senin (8/7/2024), warga Kota Kediri yang putra putrinya menghabiskan libur sekolah dengan menonton serial animasi ‘Nussa’. “ Kalau anak-anak nonton Nussa, kami pun ikut nonton. Muatan edukasinya tidak cuma untuk anak-anak tapi juga reminder buat orang tua. Nussa juga bisa memotivasi anak-anak difabel bahwa mereka pun bisa seperti anak-anak lainnya, “ kata perempuan berhijab ini.
Sebagai informasi, selain pernah dirilis di bioskop pada 14 Oktober 2021, ‘Nussa’ pernah memenangkan sejumlah penghargaan dalam Anugerah Syiar Ramadhan 2019 dan Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2019.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....