Saatnya Jadikan Anak Indonesia Music Maker, Bukan Follower
- 20 Mei 2024 11:52 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: “ Saatnya anak Indonesia menjadi music maker dengan memiliki single atau lagu sendiri, bukan hanya sekedar follower yang menyanyikan lagu-lagu orang lain apalagi lagu-lagu orang dewasa dengan lirik yang sama sekali tidak pas dari segi usia anak-anak kita yang masih teramat muda. Hal ini disampaikan oleh Rulli Aryanto, Entrepreneur Musik Senior asal Jakarta dalam dialog interaktif di RRI Kediri di segmen ‘Idola’ (Indonesia Layak Anak), Minggu siang (19/5/2024).
Dalam opening statement yang ia sampaikan, Rulli kembali lagi mengungkapkan kegelisahan sekaligus kekhawatirannya akan krisis lagu anak di Negeri ini hingga akhirnya ia memutuskan untuk menggelar audisi Superkids Generation of Star di beberapa Kota di Indonesia untuk menjaring bakat-bakat muda yang berpotensi untuk membawakan ratusan lagu-lagu anak-anak yang ia garap bersama sang istri tercinta. Hal ini bukan sesuatu yang biasa manakala Rulli berinisiatif untuk menghadiahi single anak-anak di seluruh Nusantara dengan menggunakan dana operasionalnya secara pribadi.
“ Keinginan saya dan istri adalah ketika anak-anak ini dewasa kelak, mereka akan punya memori bahwa dulunya pernah berkesempatan rekaman. Saya juga ingin melihat mereka bangga bisa menyanyikan lagu sendiri. Selain itu, dengan anak-anak punya karya sendiri yang berhak mereka nyanyikan kapanpun dan dimanapun, mereka akan punya value dan value ini akan melekat pada diri mereka sampai kapanpun, “ kata Rulli saat diwawancara presenter program ‘Idola’ RRI Kediri, Hima Alya.
“ Kegelisahan saya lainnya adalah banyaknya orang yang terjebak dalam kasus pelanggaran hak cipta karena mengcover atau menyanyikan lagu orang lain dan mempublishnya melalui YouTube atau platform lainnya. Sayang kalau hal ini dialami anak-anak kita. Kalau menyanyikan lagu punya sendiri, selain aman kan bangga juga. Rasanya, valuenya tuh tetap beda dibandingkan cuma jadi follower aja, “ tegas pria yang juga merupakan Produser Senada Digital ini.
“ Sekarang kan banyak event-event kompetisi menyanyi anak-anak. Bayangin aja ketika ikut lomba mereka menyanyikan lagu sendiri, tentu ini akan jadi nilai plus dewan juri yang menilai, apalagi dengan didukung kualitas suara, ekspresi. Tapi sekali lagi, yang saya kejar bukan viral ya. Viral itu bonus. Itu akan datang sendiri manakala anak-anak konsisten terus mau berlatih dan berkembang. Prinsip saya, ketika single-single mereka sudah rilis di platform-platform aplikasi musik store resmi, anak-anak bertalenta ini akan memiliki jejak digital yang bisa menz jadi value plus mereka sepanjang hayat, “ tutur Rulli yang telah banyak terlibat dalam project musik bersama musisi-musisi ternama seperti Dewi Yull, Dewi Gita, Padi dan sederet artis beken lainnya.
Melalui closing statement dalam dialog interaktif yang berlangsung 60 menit ini, Rulli menyinggung peran media yang juga sangat menetukan eksistensi lagu anak-anak di Indonesia.
“ Media elektronik maupun media massa memiliki peran besar untuk menjaga eksistensi penyanyi khususnya anak-anak. Kita sudah melihat bukti nyata bahwasanya ketika media tidak mensupport dan memuat karya yang dirilis oleh anak-anak, produsen maupun penikmat karya anak Indonesia pun juga akan semakin berkurang, “ ujar Rulli seraya mengapresiasi Radio Republik Indonesia (RRI) dimanapun tanpa terkecuali di Kediri yang turut konsisten mengawal, mewadahi serta mendukung program anak-anak dari dulu hingga sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....