Gereja Puhsarang: Wisata Religi Bagi Umat Katolik

  • 01 Mei 2024 09:41 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Gereja Puhsarang merupakan salah satu destinasi wisata religi bagi umat Katolik yang berlokasi di bagian timur Gunung Wilis, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Selain pemandangan sejuk disekeliling, pengunjung yang datang ke tempat ini akan disuguhkan dengan keindahan arsitektur menawan yang tetap terbalut gaya modern.

Dibangun pada tahun tahun 1936, gua atau Gereja tua Puhsarang ini telah beberapa kali direnovasi. Namun, renovasi yang dilakukan tetap menjaga bentuk asli dari bangunan tersebut. Pengunjung tetap bisa merasakan sentuhan Mojopahit, Jawa, Tiongkok, Hindu dan Budha. Adapula sruktur busur kayu, baja tarik penghubung atap, dan teknologi rumah otomatis.

Tak berhenti di situ, Altar gereja dari batu yang beratnya mencapai tujuh ton dan berhias pahatan rusa terpampang di sana. Altar luar berbentuk Stupa Borobudur, menara berbentuk Candi Buntar, pendopo, perangkat gamelan sebagai pengiring misa, tabernakel batu dengan desain batu terguling, makam, dan lain-lain, masih bisa ditemui di Gereja Puhsarang.

Keindahan suasana di tempat ini diakui oleh Abraham. Di salah satu kesempatan saat diwawancarai RRI, pria asli Boyolali itu mengaku tenang saat berkunjung ke Gereja Puhsarang, “Ini kunjungan pertama saya ke tempat ini. Kesan pertama saya adalah saya kagum luar biasa. Ternyata ada tempat seperti ini di Kediri,” ujar Abraham, Selasa, (30/4/2024).

Selain berwisata religi di Goa Puhsarang, dikesempatan kunjungannya itu Abraham juga gunakan untuk beribadah di Gereja Puhsarang, “Entah kenapa waktu ibadah di sini rasanya jauh lebih tenang. Saya dan keluarga juga bisa lebih khusyuk untuk beribadah,” aku bapak 4 anak itu.

Kawasan ini juga lengkap dengan jalur salib, bangunan dengan bentuk unik, sebagian dinding berlapis batu yang indah dan pucuk berbentuk salib. Replika patung bunda maria yang ada pada mulut gua membuat tempat ini makin bermakna dan sakral bagi penganut agama Katolik. Di sini juga terdapat Bukit Salib Golgota yang dibuat sebagai pelengkap sarana peribadatan bagi peziarah yang datang.

Gua Maria ini yang berada di Bumi Panjalu ini juga dijuluki sebagai Lourdes Puhsarang karena menyerupai Sanctuary of Lourdes, Paris, Perancis. Bangunan yang mengagumkan ini merupakan andil dari Ir. Maclaine Pont, seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang lahir di Messter Cornlis (Jatinegara). Saat pembangunan dilakukan pada tahun 1936, Maclaine sengaja memberikan sentuhan unsur budaya lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....