EGP, Bahasa Gaul Paling Ikonik

  • 27 Jun 2026 20:19 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- 'Emang Gue Pikirin' alias EGP, merupakan bahasa gaul paling populer dan ikonik sepanjang sejaha di Indonesia. Sebelum dikenal secara luas di semua kalangan, EGP lebih dulu populer di Jakarta pada tahun 1980-an. Mengutip dari Good News From Indonesia, istilah EGP semakin terkenal berkat parodi film Warkop DKI yang diperankan Dono, Kasino, dan Indro.

Emang Gue Pikirin dapat diartikan sebagai bentuk ketidakpedulian, atau seseorang yang tidak ingin mengetahui dan memikirkan secara mendalam akan suatu hal yang menurutnya dianggap tidak penting. Sebagai bahasa perkotaan yang masih dipakai sampai sekarang, EGP selalu menjadi bagian dari percakapan setiap orang.

Pada tahun 1980-an, kata 'Gue' memang identik sebagai bahasa gaul anak metropolitan. Bahasa ini adalah kata ganti orang pertama yang berarti saya atau aku. Dianggap lebih santai, lebih dekat, lebih enak di dengar. Bahkan ketika muncul kalimat EGP, dirasa lebih mudah diingat, singkat dan lugas, dan memiliki nuansa humor yang kuat.

Menyisir dari sejarahnya, dekade 1980-1990-an adalah masa perkembangan beragamnya bahasa gaul. Urbanisasi yang meningkat juga mendukung lestarinya bahasa semacam ini, apalagi kala itu Jakarta dan kota-kota besar lainnya banyak menjadi pusat industri hiburan Indonesia. Televisi, radio, film, hingga majalah, juga banyak yang menggunakan kata EGP sebagai pelengkap informasi yang mudah menarik minat masyarakat.

Saking populernya, istilah EGP disebut-sebut sebagai identitas generasi muda kala itu alias simbol sosial antar kalangan. Jika dicermati, istilah EGP bukan hanya sebuah kata, tetapi sudah 'mendarah daging' menjadi bahasa komunikasi yang tidak pudar oleh zaman. Musisi Duo Maia, pada tahun 2000-an, juga pernah membuat lagu berjudul Emang Gue Pikirin, yang kemudian dengan cepat mendapat perhatian publik.

Keberadaan bahasa gaul EGP, juga tidak lepas dari para politisi tanah air. Sesekali mereka juga sempat melontarkan humor dengan kalimat Emang Gue Pikirin. Cak Imin salah satunya, dalam diskusi di media Tv, sempat juga menggunakan kata EGP ketika menanggapi pernyataan teman bicaranya. Fenomena ini menunjukkan EGP sudah naik kelas, dan memiliki privilege tersendiri.

EGP juga dinilai sebagai ekspresi publik. EGP dinilai sebagai bentuk ajakan untuk berhenti mengontrol hal di luar kendali manusia dan lebih fokus jepada diri sendiri. EGP adalah cerminan zaman, bis amenjadi tameng untuk mengendalikan hal negatif tapi juga jadi jebakan jika membuat seseorang kehilangan empati. Maka, penggunaan kata EGP harus sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....