Film 'Ghost in the Cell' Sukses Gabungkan Horor Komedi Satir

  • 22 Apr 2026 05:06 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Film 'Ghost in the Cell' karya Joko Anwar
  • Kombinasi horor, komedi, satir
  • Film Horor Indoensia 2026

RRI.CO.ID, Kediri – Film ‘Ghost in the Cell’ sukses menghadirkan warna baru di dunia perfilman Indonesia yakni penggabungan satir sosial politik dengan sentuhan horor komedi. Tidak dipungkiri, karya Sutradara Joko Anwar yang sebelumnya turut berhasil mengguncang bioskop lewat karya-karyanya seperti ‘Pengabdi Setan’ ini telah lama dinantikan masyarakat.

Berbeda dengan film-film Joko Anwar sebelumnya yang identik dengan atmosfir horor diwarnai drama misteri dan adegan-adegan thriller seperti ‘Pintu Terlarang’, ‘Perempuan Tanah Jahanam’, dan ‘Pengabdi Setan 2: Communion’, Film ‘Ghost in the Cell’ benar-benar menyuguhkan sesuatu yang baru dengan banyaknya satir sosial politik bercampur dengan horor komedi.

“Kalau ada yang berimajinasi bahwa ‘Ghost in the Cell’ adalah film horor yang mencekam, adegannya serius semua dan penuh drama, salah besar,” kata Pamela Damayanti, warga Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu, 22 April 2026. “Ketegangan tetap ada di sepanjang adegan, namun gelak tawa penonton menjadikan suasana mengerikan langsung mencair dengan sendirinya.”

Sesuai dengan judulnya, ‘Ghost in the Cell’ hanya menyuguhkan setting lokasi penjara dengan dinamika kehidupan yang dialami oleh para narapidana di sepanjang durasi film. Kekuatan film produksi Come and See Pictures ini terletak pada bagaimana plot yang dibangun secara rapi tanpe bertele-tele serta tidak adanya jump scare sebagai komponen utama film horor.

“Unsur sastranya kuat sekali. Kalau penonton jeli, setiap adegan mengilustrasikan realita kehidupan manusia yang sesungguhnya,” ujar Pamela yang mengaku hobi nonton horor sejak kecil. “Ada scene ketika seorang narapidana laki-laki menari tanpa henti dalam kondisi menahan amarah sembari menangis sebelum akhirnya mati. Part ini menurut saya paling keren.”

Dengan durasi 106 menit, Film ‘Ghost in the Cell’ mengeksplorasi trauma kolektif bangsa yang dialami oleh warga melalui kisah horor penuh darah dibumbui komedi. Sel tahanan para perampok dan pembunuh yang sengaja dipisahkan dari sel para narapidana kasus korupsi, memvisualisasikan penindasan melalui sistem yang lebih berpihak ke elite daripada rakyaktnya.

‘Ghost in the Cell’ berkisah tentang teror dendam hantu di Lapas Labuhan Angsana yang menyebabkan satu per satu terbunuh secara misterius. Hingga kedatangan seorang narapidana baru bernama Dimas yang sebenarnya tidak bersalah namun difitnah dan dijebak, berhasil menyibak tirai misteri ancaman supranatural yang dialami oleh seluruh penghuni penjara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....