Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' Angkat Isu Fatherless
- 14 Apr 2026 03:19 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?'
- Film Begenre Drama Keluarga
- Isu Fatherless
RRI.CO.ID, Kediri – Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' yang tayang perdana pada Kamis, 9 April 2026 dan diadaptasi dari Novel karya Khoirul Tiran mengangkat isu fatherless, sosok Ayah yang selalu ada namun tak pernah hadir. Film bergenre drama keluarga ini sukses menguras air mata melalui adegan-adegan menyentuh yang relevan dengan kehidupan masyarakat marginal.
“Film ini (red. 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?') memvisualisasikan kehidupan keluarga menengah ke bawah dengan berbagai konflik batin dan sosial yang dihadapi,” kata Pamela Damayanti, warga Kota Kediri, Jawa Timur, yang berkesempatan menonton bersama keluarganya, Senin malam, 13 April 2026. “Ceritanya banyak berfokus pada sosok Ayah yang kehadirannya dibutuhkan.”ujarnya.
Dengan Sutradara Kuntz Agus, Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' menyoroti sebuah kegagalan ekonomi keluarga yang rentan menimbulkan kegagalan komunikasi. Selain kedua orang tua terlalu fokus untuk bertahan dan berusaha melepaskan diri dari berbagai kesulitan yang ada, hal ini seringkali memicu tidak adanya komunikasi dua arah antar satu dengan lainnya.
Kekuatan Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' terletak pada alur yang dibangun dan merefleksikan bahwa kehilangan seseorang tidak selalu diwujudkan dengan kepergian. Selain kehadiran seorang Ibu yang sangat dirindukan anak-anaknya, peran Ayah yang benar-benar ada sebagai nahkoda kapal keluarga akan membawa ke arah yang jelas meski di tengah badai.
Film 'Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?' bercerita tentang Dira (Mawar De Jongh) dan adiknya, Darin (Rey Bong) yang kehilangan kepercayaan terhadap Ayah mereka, Yudi (Dwi Sasono), yang pasif dan tidak pernah benar-benar hadir untuk keluarga. Sementara Lia (Unique Priscilla), Ibu dari Dira dan Darin berjuang keras untuk memastikan anak-anaknya tidak putus sekolah.
Sebuah insiden tragis terjadi dan mengungkap segalanya, mulai dari kebisuan komunikasi yang pada akhirnya memecah segala kesunyian, sosok Ibu yang ternyata selama ini menyimpan rahasia besar, dan sosok Ayah yang ternyata begitu banyak berkorban untuk keluarganya, semua terungkap satu per satu dalam keterlambatan dan melahirkan sejuta penyesalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....