'Tukar Takdir' Lahirkan Genre Baru dalam Perfilman Indonesia

  • 28 Okt 2025 05:13 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Film layar lebar ‘Tukar Takdir’ yang tayang perdana pada Kamis (2/10/2025) bisa dikatakan telah melahirkan genre baru dalam perfilman Indonesia. Dalam durasi 1 jam 47 menit, penonton tidak hanya akan menyaksikan betapa tragis dan mencekamnya sebuah kecelakaan pesawat, namun juga menyelami perjalanan kehidupan manusia pasca mengalami tragedi.

Melalui Official Instagram @tukartakdirfilm, disampaikan oleh Produser Chand Parwez Servia pada Senin (28/10/2025), bahwa film ‘Tukar Takdir’ menghadirkan tantangan baru bagi para karakter yang memerankan masing-masing tokoh. “Fokus utama film ini justru bukan pada insiden kecelakaan pesawat, namun seberapa cepat korban selamat dan keluarga dari korban meninggal bisa sembuh dari trauma,” katanya.

Film ‘Tukar Takdir’ tidak hanya menyoroti korban selamat dalam menjalani kehidupannya pasca mengalami sebuah tragedi mengerikan, namun juga bagaimana keluarga korban meninggal dunia sanggup berdamai dengan takdir manakala harus kehilangan orang-orang tercinta.

Menurut Mamita Husein (47), warga Kota Kediri yang memiliki hobi menonton film-film drama, ia seperti memasuki petualangan baru ketika nonton film ‘Tukar Takdir’. “Alurnya baru, genre dramanya juga lain dari yang lain. Ternyata menjadi korban selamat juga tidak semudah itu karena harus menjalani serangkaian investigasi, hingga konflik sosial juga dialami,” ujar Mita, sapaan akrabnya, Selasa (28/10/2025).

‘Tukar Takdir’ mengisahkan Rawa (Nicholas Saputra), seorang programmer IT bidang perpajakan yang menjadi satu-satunya korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat Jakarta Airways 79. Sementara itu, Dita (Marsha Timothy) yang kehilangan suami tercintanya dalam kecelakaan sama, menuntut pertanggungjawaban Rawa karena bersalah telah bertukar tempat duduk dengan suaminya sebelum pesawat take-off.

Diantara perjuangan berat memulihkan trauma dan rasah bersalahnya, Rawa dipertemukan dengan Zahra (Adhisty Zara), putri dari pilot Jakarta Airways 79. Dalam upayanya menghibur hati Zahra dan menemaninya melewati masa sulit, pilihan dilematis pun hadir manakala Zahra mulai jatuh cinta dan salah mengartikan sikap simpati dan empati Rawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....