Tutup Bulan Suro Ngajeni Sedulur Kediri Gelar Bantengan

  • 27 Jul 2025 22:48 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Menutup bulan Suro atau bulan Muharam, Paguyuban Ngajeni Sedulur Kediri menggelar acara kesenian Bantengan bertempat di Wisata Goa Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Minggu (27/7/20250. Kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka melestarikan budaya dan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Aris Wirianto Ketua Paguyuban Ngajeni Sedulur Kediri saat acara berlangsung menyampaikan kesenian bantengan memiliki makna filosofi yang menunjukkan kewibawaan, kekuatan secara fisik dan mental . Dalam acara menghadirkan grup kesenian Bantengan Kebo Loro Nuswantoro binaan Paguyuban Ngajeni Sedulur, dan kesenian Bantengan Mahesa Agung serta Kawulo Joyo dari Kasembon, Kabupaten Malang.

“Bulan Suro kalau orang Jawa mengatakan mupus roso (menahan rasa), mupus apa yang ada didalam angan-angan dan pikiran. Dan ini kita mbruwah (melewati masa sulit) kita kembali ke nol, jadi kita kembali berhati dan berfikir positif kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam kegiatan juga terdapat pertunjukan pencak silat serta bakti sosial terapi pijat yang menghadirkan terapis dari Paguyuban Ngajeni Sedulur Surabaya. Antusias pemuda yang bergabung dalam kesenian Bantengan juga bermanfaat posistif dalam pelestarian budaya sebagai regenerasi, juga memberikan bimbingan atau wadah kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif seperti tawuran.

Ritual sebelum acara kesenian Bantengan dimulai bertempat di area Goa Jegles, Kepung, Kabupaten Kediri (Foto: RRI/ Hery)

“Kita pelestarian ke seni dan budaya agar tidak punah dan untuk membimbing anak-anak muda generasi penerus agar tetap berbudaya yang adiluhung,” imbuhnya.

Sementara Jumani Ketua Kesenian Bantengan Kebo Loro Nuswantoro, Desa Keling, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri yang diwakili Putra Yuwan Rahmat Dyesa mengatakan tim yang hadir dalam pertunjukan Bantengan Kediri terdiri dari 25 orang dan tim kesenian Bantengan dari Kasembon, Kabupaten Malang sekitar 50 orang.

“Latihannya tiap malam Jumat dan malam Minggu, hari ini yang disuguhkan pertama pencak silat, terus atraksi api, Bantengan anak-anak dan Bantengan dewasa dan seterusnya. Awalnya mulai tahun 2023 iseng main-main sendiri, akhirnyas 2024 maju ikut karnaval dan 2025 saya munculkan grup sendiri,” katanya.

Aris Wirianto menambahkan dalam kegiatan kesenian Bantengan murni menggunakan anggaran pribadi. Dan menurutnya pelestarian budaya saat ini sangat penting dilakukan karena berhubungan langsung dengan jiwa masyarakat nusantara dalam melestarikan budaya Indonesia.

Ia berharap pemerintah tidak tebang pilih dalam memberikan bantuan kepada penggiat seni dalam memajukan kesenian tradisional, memajukan budaya Nasional Nusantara agar lebih baik dan dikenal hingga Mancanegara.

“Bantengan juga salah satu kesenian yang memperkaya identitas Kabupaten Kediri, sesuai dengan slogan yang selama ini digaungkan yaitu Kediri Berbudaya,” ujar Aris.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....