Kompetisi Pop Singer Jendela Kopi Berlangsung Sengit
- 30 Jun 2025 05:19 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Kompetisi Pop Singer dalam rangka 1st Anniversary ‘Jendela Kopi’ berlangsung sengit mulai pagi hingga malam hari, Minggu (29/6/2025). Bagaimana tidak? 50 peserta yang bertanding untuk memperebutkan piala kaki empat dan sejumlah hadiah menarik lainnya ini didominasi oleh para jawara festival menyanyi tingkat regional bahkan nasional.
“ Jendela Kopi memasuki usia satu tahun dan saya berkeinginan momen penting ini ditandai dengan event pop singer untuk menjaring penyanyi-penyanyi daerah di segmen 30 tahun keatas. Tidak menyangka antusiasme peserta luar biasa dan mereka pemain lama di panggung festival, “ kata Herlambang, Ketua Panitia Pop Singer ‘Jendela Kopi’, Minggu malam.
Pria yang merupakan musisi senior Kota Kediri ini berkeinginan menyajikan kompetisi bernyanyi dengan konsep berbeda. “ Sesuai konsep ‘Jendela Kopi’ yakni music and café, lomba kali ini konsepnya diiringi full band. Disinilah tantangan peserta untuk bisa bernyanyi harmoni dengan personil kami di JK All Star Band, “ ujar Herlambang seusai event.
Selain berkonsep full band, tiga juri musisi dan penyanyi profesional asal Kota Surabaya turut dihadirkan, yakni Mustohir, Luluk Trombon, dan Soelistiohadi. “ Saya takjub dengan peserta, semua sudah punya jam terbang tinggi. Hal ini menjadikan kita butuh waktu untuk sidang sebelum menentukan juara. Yang pasti semua tampil bagus dan prima, “ ucap Soelistiohadi, Juri 2 Pop Singer Jendela Kopi 2025.
Berbeda halnya dengan Mustohir, Juri 1, yang lebih banyak memberikan teori dan tips seputar teknik olah vokal menjelang pengumuman hasil akhir. “ Hal yang paling penting ketika bernyanyi adalah teknik microphone. Ini merupakan penentu utama apakah produksi suara kita akan diterima dengan baik oleh para audience dan juri, “ jelas penyanyi senior TVRI ini.
Pop Singer Jendela Kopi 2025 tidak hanya diikuti oleh peserta asal Kediri saja, namun juga banyak kontestan dari Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, dan Malang, yang antusias hadir untuk berlaga di panggung festival. Hal ini menunjukkan bahwasannya kompetisi bernyanyi sebagai bagian dari seni dan tradisi memang patut dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....