Pantomim, Seni Pertunjukan Yang Lahir Sejak 600 SM
- 29 Apr 2025 18:34 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Pantomim dikenal sebagai seni pertunjukan yang menonjolkan gerakan-gerakan tubuh atau isyarat dengan dan tanpa menggunakan suara. Melansir dari Ensyclopedia Britannica, Selasa (29/04/2025), seni pantomim telah ada di Yunani sejak 600 SM. Pantomim pada awalnya digunakan untuk menyebut aktor komedi di masa Yunani yang menggunakan gerak tubuh untuk melakukan komunikasi. Pantomim juga dipakai untuk menyebut aktor di Romawi yang menyampaikan perannya melalui tari dan lagu.
Bahkan, masa kejayaan pantomim semakin kental sejak kehadiran film bisu pada abad ke-20. Salah satu film bisu yang paling populer adalah The Tramp (1915). Film yang diperankan dan disutradarai langsung oleh seniman pantomim dunia, Charlie Chaplin. Film ini menjadi sebuah ikon dalma perfilman dunia pada era film bisu. Charlie juga dikenal sebagai Raja Film Bisu. Ia dianggap berhasil memberikan warna baru pada dunia film modern.
Selain The Tramp, film bisu lain yang juga menjadi cikal bakal dunia pantomin adalah The Floorwalker, The Fireman, The Vagabond, One A.M, The Count, The Pawnshop, The Rink, dan The Immigrant. Semuanya diperankan oleh Charlie Chaplin. Banyaknya karya film Charlie, membuatnya hidup bergelimang harta. Akhirnya, ia membuat studio film di La Brea Avenur, Hollywood. Studio ini digunakannya sebagai alat berkesenian dan membuat genre film baru yang disebutnya musik visual.
Sementara itu, mengutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kehadiran seni pantomim di Indonesia dimulai pada era 1970-an di Yogyakarta. Tokoh teater terkenal dan legendaris, Moortri Poernomo, menjadi salah satu tokoh perintisnya. Kiprah Moortri Poernomo dalam mengenalkan seni pantomim adalah mengajarkan konsep dasar gerakan pantomim di Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI).
Selain itu, seniman pantomim bernama Jemek Supardi, menggelar pertunjukan pantomim berjudul Jemek Numpang Perahu Nuh (1982) di Senisono Art Gallery. Jemek Supriadi, dikenal sebagai Bapak Pantomim Indonesia. Dalam seni pantomin, Jemek memiliki gerak tubuh gemulai, ekspresi penuh hasrat, dan menggunakan makeup dengan totalitas menjadi daya tarik maestro pantomim satu ini. Bahkan, Jemek sudah mengantongi banyak penghargaan berkat penampilannya yang memukau.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak seniman pantomim Indonesia yang ikut meramaikan panggung seni pertunjukan. Salah satu seniman pantomim yang berperan besar dalam perkembangan seni pantomim adalah Didi Petet. Bersama dengan seniman pantomim Sena A. Utoyo, Didi Petet melahirkan kelompok teater pantomim di Jakarta yang diberi nama “Sena Didi Mime” pada 1986.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....