Pelaku Film di Kediri Berharap Pemerintah Akomodir Film Lokal
- 30 Mar 2025 15:13 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Hari Film Nasional (HFN) yang diperingati setiap tanggal 30 Maret diresmikan oleh Presiden B.J. Habibie pada tahun 1999, dalam upaya meningkatkan kepercayaan diri dan memotivasi para insan film Indonesia serta untuk meningkatkan prestasi secara Regional, Nasional Dan Internasional.
Banyak harapan dari insan perfilman lokal agar karya yang telah diproduksi dapat diakomodir oleh seluruh bioskop di Indonesia dan mendapat support publikasi serta endorsement dari pemerintah.
Harianto salah satu sutradara lokal dan pegiat film Kota Kediri, Minggu (30/3/2025) menyampaikan harapan di wilayah Kediri Raya dapat menjadi Industri perfilman Indonesia.
“Saat ini kita mulai ke industri, tanggal 20 April saya akan ke Jakarta presentasi film, saya mengangkat kearifan lokal budaya Kediri. Dengan harapan adanya presentasi ini diakomodir oleh Production House (PH) Jakarta untuk bisa memproduksi film di Kediri dan bisa terpublish di bioskop seluruh Indonesia,” ujarnya.

Harianto sutradara Pejuang Kampung (Peka) 2 dan pegiat film Kota Kediri. (Foto: RRI/ Hery)
Sementara Suhada Ketua Umum Asosiasi Perfilman Kediri (APIK) mengatakan pemerintah harus menyadari bahwa sebuah film yang di produksi bukan hanya karya seni, tetapi mampu menjadi corong (branding) suatu daerah ke kancah Nasional maupun Internasional.
“Saat ini kan Kediri masih termasuk komunitas independen belum masuk ke ranah industri, jadi harapannya teman-teman tetap bersemangat membuat karya yang berkualitas. Jadi tantangannya membuat suatu karya film itu biaya, semua linier kalau ingin bagus biayanya juga besar. Yang menjadi tantangan bagaimana dengan biaya yang semampunya tetap berkarya dengan kualitas yang bagus,” ucapnya.
Ia menambahkan di momen Hari Film Nasional terdapat kesadaran dan motivasi diri dalam berkarya secara bertanaggungjawab dengan mempertimbangkan moralitas, yaitu menghormati hak dan martabat orang lain, menghargai kebenaran dan akurasi, menghindari konten yang berbahaya (kekerasan, pornografi dan kebencian) serta menghargai hak cipta.
Suhada juga berharap untuk film maker Kediri tetap bersemangat membuat karya yang berkualitas meski dengan banyak tantangan terutama biaya. Tetap solid dan menjaga hubungan baik sesama film maker, pemerintah dan semua pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....