Bedah Film APIK Kediri Bahas Tantangan Perfilman
- 19 Jan 2025 20:31 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Asosiasi Perfilman Kediri (APIK) menggelar bedah film sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan pada Minggu pertama. Bedah film merupakan ajang diskusi tentang proses pembuatan sebuah film dan hal apa saja yang menjadi kesulitan
Suhada Ketua Umum Asosiasi Perfilman Kediri (APIK), Minggu (19/1/2025) menyampaikan saat ini untuk kegiatan bedah film atau screening film belum terdapat tempat yang proper (sesuai) di gedung bioskop karena pembiayaan yang mahal. Oleh karena itu untuk bedah film APIK bekerjasama dengan SAM’S Studios Kediri dan film lokal yang telah dibedah yaitu berjudul Oalah karya Bariq Lana Fadhli dan Merah Putih karya Ari Iswahyudi.
“Misi asosiasi membangun ekosistem perfilman di Kota Kediri, jadi kemarin itu kan banyak dijelaskan tentang pertama proses pembuatan film berawal dari ide bagaimana sih kita menggali ide dari tahapan development. Kan ada lima tahap proses yaitu pertama dari development, pra produksi, produksi, pasca produksi dan yang terakhir distribusi. Jadi lima tahap ini yang kemarin dikupas di acara bedah film, yang menjelaskan kemarin om Benny Kadar seorang Director of Photography (DOP) kelas Nasional dan di moderatori oleh dr. Zainal Andi,” ucapnya.

Suhada Ketua Umum Asosiasi Perfilman Kediri (APIK). (Foto: RRI/ Hery)
Sementara Lukman warga kediri mengatakan belum mengetahui jika di Kediri terdapat komunitas atau asosiasi yang memiliki kegiatan di bidang pembuatan film. Ia berharap film karya asli dari kediri dapat diunggah di media sosial seperti youtube dan lainnya agar dikenal masyarakat luas.
“Harapannya kami juga ingin melihat hasil-hasil karya film yang sudah dibuat, mungkin usul dari kami film yang sudah dibuat itu bisa ditayangkan di media sosial YouTube atau di Instagram atau ketika ada semacam pesta rakyat gitu apa pasar malam gitu ya istilahnya itu di tayangkan di sela-sela acara. Jadi warga Kediri itu bisa tahu oh ternyata kita punya asosiasi atau komunitas yang bisa membuat film sendiri,” ujarnya.
Suhada menambahkan saat ini belum terdapat cahannel khusus yang menghimpun karya-karya film di Kediri dan saat ini masih dalam tahap film pribadi sehingga Asosiasi Perfilman Kediri mengenal pembuat film kemudian meminta izin untuk pemutaran.
APIK berharap pelaku perfiman di Kediri secara kompetensi standar dan kedepan banyak digelar pelatihan (workshop) perfilman secara rutin dari berbagai kalangan baik dari pelajar atau umum, serta sudah saatnya Kediri menggelar Festival Film Tahunan baik film anak maupun film umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....