Slow Living di Kediri: Menikmati Hidup dalam Ritme Lambat
- 24 Des 2024 12:06 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, fenomena slow living semakin diminati, terutama di kalangan anak muda. Gaya hidup ini mengajak orang untuk melambat, menikmati setiap momen, dan memprioritaskan kualitas hidup daripada sekadar mengejar produktivitas.
Kediri, dengan suasana kotanya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk metropolitan, menjadi salah satu tempat ideal untuk menerapkan slow living.
Hima Alya (26), seorang penduduk Kediri yang sudah menerapkan slow living selama dua tahun terakhir, mengatakan bahwa gaya hidup ini memberinya ruang untuk benar-benar menikmati hidup.
“Awalnya saya merasa terlalu lelah dengan rutinitas di kota besar. Setelah kembali ke Kediri, saya memutuskan untuk melambat dan menjalani hidup dengan lebih santai. Saya belajar untuk menghargai hal-hal kecil seperti menikmati pagi tanpa tergesa-gesa atau menghabiskan waktu di taman kota,” ujarnya, kepada RRI, Selasa (24/12/2024).
Hima menjelaskan bahwa slow living bukan tentang menjadi malas atau pasif, tetapi lebih kepada memilih hidup yang lebih mindful. “Saya belajar untuk memprioritaskan apa yang benar-benar penting, seperti kesehatan mental, hubungan dengan keluarga, dan kebahagiaan pribadi. Sekarang saya merasa lebih tenang dan seimbang,” ucapnya.
Fenomena slow living ala anak zaman sekarang dipengaruhi oleh kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan menyeimbangkan hidup di tengah tekanan gaya hidup modern. Gaya hidup ini mengajak orang untuk melawan budaya hustle yang sering kali mengabaikan kebutuhan emosional dan spiritual.
Kediri, dengan ritme kehidupannya yang santai, dianggap sebagai kota yang mendukung gaya hidup ini. “Di sini, segala sesuatu terasa lebih sederhana. Tidak banyak kemacetan, biaya hidup terjangkau, dan ada banyak ruang hijau untuk sekadar berjalan-jalan atau duduk santai,” katanya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa melambat tidak selalu berarti tertinggal. Justru dengan melambat, seseorang dapat menikmati hidup lebih dalam dan menemukan arti kebahagiaan yang sebenarnya. Di kota seperti Kediri, slow living bukan hanya mungkin, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakatnya yang damai dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....